VIVAnews - Sejumlah tokoh menyatakan berduka cita atas wafatnya Abdurrahman Wahid atau biasa dipanggil Gus Dur. Goenawan Mohamad, budayawan dan juga pendiri majalah Tempo, menyatakan Gus Dur adalah keajaiban.
"Fisiknya bisa mengatasi beberapa stroke, pikirannya mengatasi sektarianisme iman, imannya terbuka karena tak gentar," ujar Goenawan dalam pesan singkat ke VIVAnews, Rabu 30 Desember 2009.
Puti Guntur Soekarno, dalam status Facebooknya, menyatakan "Mewakili seluruh anggota keluarga, turut berduka cita atas kepergian KH Abdurrahman Wahid. Semoga diterima di sisi Allah SWT dan Keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan."
Sementara mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Tifatul Sembiring, menyebut Gus Dur adalah fenomena dalam panggung politik Indonesia. "Selamat jalan Gus Dur! Semoga ampunan-Nya, sayang-Nya menyertai," ujar Tifatul di status Facebook-nya.
Sementara Ketua Umum PBNU, Hasyim Muzadi, merasa kehilangan tokoh demokrasi. "Di kalangan NU sendiri, belum ada tokoh sekelas Gus Dur dalam wawasan kebangsaan dan universalitasnya," ujar Hasyim usai melihat jasad Gus Dur di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo. Dan Hasyim teringat pesan terakhir Gus Dur kepadanya. "Jaga NU baik-baik."