Nasional

"Insiden Ramadhan Pohan, Ini Pengalihan Isu"

"Terkait insiden, Ramadhan Pohan mencoba memprovokasi Pak George," kata panitia.

Rabu, 30 Desember 2009, 15:22 WIB
Elin Yunita Kristanti, Aries Setiawan
  (twitter.com)

VIVAnews - Insiden mengejutkan terjadi dalam peluncuran buku "Membongkar Gurita Cikeas", Dibalik Skandal Bank Century', karya George Aditjondro di Doekoen Coffie.

Mantan pemimpin redaksi Harian Jurnas ini terkena hentakan buku yang dilakukan George. Kepada wartawan, Ramadhan mengaku dipukul.

"Terkait insiden, Ramadhan Pohan mencoba memprovokasi Pak George," kata salah satu panitia, Boni Hargens di Doekoen Coffie, Pancoran, Jakarta, Rabu 30 Desember 2009.

"Saya yakin dia datang ke sini mencari sensasi," tambah Boni. Apalagi, kata dia, kedatangan Ramadhan Pohan didahului dengan demo. "Ini pengalihan isu," lanjut dua.

Insiden tersebut, kata Boni, seharusnya tak terjadi. "Di sini forum diskusi bukan saling fitnah," ujar dia.

Terkait reaksi Ramadhan Pohan yang langsung lapor polisi, Boni mengaku pihaknya dan Petisi 28 siap membantu George.

"Kita sangat siap karena dia hanya cari sensasi saja," tambah dia.

Insiden terjadi saat George yang emosi menyentakkan buku yang dia pegang ke arah Ramadhan Pohan. Buku itu mengenai bagian muka.

Kaget, Ramadhan langsung bangkit dan menunjuk bagian muka yang kena pukul. Dia lalu keluar ruangan.

Keributan dipicu saat Ramadhan mendapat giliran untuk memberikan tanggapan soal buku. "Saya menyampaikan hak jawab, merespons soal saya di dalam bukunya Pak George," buka Ramadhan.

"Ada dua hal. Pertama dalam buku, anda (George) berhalusinasi seolah-olah ada dana talangan Century masuk ke Jurnal Nasional. Saya ditanya keluarga saya, apakah benar saya terlibat mengambil dana talangan Century. Ini tidak benar," kata Ramadhan.

Namun, George membantah dia telah memukul Ramadhan. "Saya tidak memukul, bahkan buku yang saya pegang itu sama sekali tidak menyentuh wajah dia (Ramadhan Pohan)," kata George kepada wartawan.

Menurutnya ini fitnah yang dialami pasca terbitnya buku sejak beberapa waktu lalu. "Banyak ancaman dan ini fitnah," tuturnya sambil berlalu



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
@yang netral, banyak berlum tentu benar, jaman dulu galileo di hukum mati gara2 mengatakan bumi ini bulat sedangkan semua orang menganggap bumi ini datar, sekarang siapa yang benar.
Balas   • Laporkan
Alim
30/12/2009
Hahaha, kalau yang ini Gurita Cikeas benar-benar kena 'pukul' si cumi-cumi.
Balas   • Laporkan
yang netral
30/12/2009
wahhh mas boni... yang netral dong.. jangan bela gitu.. seperti kontras.. kalo salah bilang salah.. jangan malah nuduh... kecuali mata udah buta... hati udah jadi batu.. katanya pembela yang benar kok malah bela yang salah? atau emang begitu.. apap
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ