Nasional

"Ramadhan Pohan Datang Tak Diundang"

"Kita tidak mengundang dia ke sini, sebagai panitia kita tahu siapa yang kita undang."

Rabu, 30 Desember 2009, 15:13 WIB
Elin Yunita Kristanti, Aries Setiawan
Politisi Demokrat, Ramadhan Pohan (Demokrat.or.id)

VIVAnews - Politisi Partai Demokrat, Ramadhan Pohan siang ini menghadiri peluncuran buku "Membongkar Gurita Cikeas", Dibalik Skandal Bank Century', karya George Aditjondro di Doekoen Coffie.

Kedatangan Ramadhan berbuntut ricuh. Mantan pemimpin redaksi Harian Jurnas ini terkena hentakan buku George. Kepada wartawan, Ramadhan mengaku dipukul

Menurut salah satu panitia Boni Hargens, kedatangan Ramadhan Pohan tanpa undangan. "Kita tidak mengundang dia ke sini, sebagai panitia kita tahu siapa yang kita undang," kata Boni di Doekoen Coffie, Pancoran, Jakarta, Rabu 30 Desember 2009.

Ketika datang, Ramadhan mengatakan mewakili Andi Arif, staf ahli presiden. "Dia datang duduk, katanya mewakili Andi Arif namun ketika panitia memintanya berbicara, dia menyatakan dirinya mewakili pribadi. Di sini kita bingung," tambah Boni.

Insiden terjadi saat George yang emosi menyentakkan buku yang dia pegang ke arah Ramadhan Pohan. Buku itu mengenai bagian muka.

Kaget, Ramadhan langsung bangkit dan menunjuk bagian muka yang kena pukul. Dia lalu keluar ruangan.

Keributan dipicu saat Ramadhan mendapat giliran untuk memberikan tanggapan soal buku. "Saya menyampaikan hak jawab, merespons soal saya di dalam bukunya Pak George," buka Ramadhan.

"Ada dua hal. Pertama dalam buku, anda (George) berhalusinasi seolah-olah ada dana talangan Century masuk ke Jurnal Nasional. Saya ditanya keluarga saya, apakah benar saya terlibat mengambil dana talangan Century. Ini tidak benar," kata Ramadhan.

Namun, George membantah dia telah memukul Ramadhan. "Saya tidak memukul, bahkan buku yang saya pegang itu sama sekali tidak menyentuh wajah dia (Ramadhan Pohan)," kata George kepada wartawan.

Menurutnya ini fitnah yang dialami pasca terbitnya buku sejak beberapa waktu lalu. "Banyak ancaman dan ini fitnah," tuturnya sambil berlalu.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
joni
31/12/2009
GJA orang ga jelas.. antek australia...sesunguk bayaran PDIP.. mati aja lu
Balas   • Laporkan
Supriyanto
30/12/2009
George, kami mendukungmu. Bongkar itu Gurita Cikeas, Orang kayak ramadhan pohan itu harus lenyap.. Bikin negara rusak aja tuh orang
Balas   • Laporkan
trio
30/12/2009
Go to Hell GJA, Provokator bayaran, buktikan dengan fakta dan data baru menulis, itu baru namanya demokrasi, saya akan dukung anda jika buku tersebut tidak boleh terbit. TETAPI bukunya anda asal jadi, dan banyak yang ngga jelas jadi Go To Hell GJA. Akad
Balas   • Laporkan
icha
30/12/2009
Kok kayak orang ga berpendidikan sih...!!! bukan pake otak tapi malah pake otot. malu2 in. Orang kayak gini mah, jangan di percaya, isi buku nya paling ga ada nilai nya, wajar kalau di bilang buku Sampah.
Balas   • Laporkan
ligar
30/12/2009
Heran GJA ni, sdh ada fotonya kok ngelak, mslh kena mukanya ato gak itu gak masalah, yang jelas GJA udah nyerang... Dasar.., memancing di air keruh...
Balas   • Laporkan
erlinda
30/12/2009
dan saya sudah muak dengan orang2 seperti GJA, memancing di air keruh...
Balas   • Laporkan
yu jum
30/12/2009
bongkar gurita cikeas....kami sudah muak dengan rezim ini...!! hidup george..
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ