Nasional
Buku Gurita Cikeas

Istana: George Tidak Akurat

"Memang setelah kami pelajari, buku dari George banyak hal yang tidak akurat,."

Senin, 28 Desember 2009, 16:12 WIB
Arfi Bambani Amri, Muhammad Hasits
Buku Gurita Cikeas (Vivanews/ Amatul Rayyani)

VIVAnews - Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, menilai buku George Junus Aditjondro yang berjudul "Membongkar Gurita Cikeas: di Balik Skandal Bank Century" tak akurat. George dinilai mengandalkan data sekunder yang acap tidak valid.

"Memang setelah kami pelajari, buku dari George banyak hal yang tidak akurat," ujar Julian di halaman Istana Negara, Jakarta, Senin 28 Desember 2009. "Banyak sekali ketidakakuratan yang kami dapatkan setelah mengkaji buku tersebut."

Penulis, kata Julian, menyebutkan bagitu banyak hal dari data sekunder. "Ini memang tidak keliru dalam prinsip penulisan sebuah buku, tetapi sejauh mana keotentikan atau validitas data yang dapat dipertanggungjawabkan dari data sekunder itu. Itulah yang jadi pertanyaan," ujar dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia itu.

Namun, Presiden belum akan memberikan komentar mengenai buku itu. "Kami pikir, yang paling bijak, pihak-pihak yang disebutkan di sana menanggapi, apakah yang ditulis itu benar atau tidak," ujar Julian.

Lalu, apakah ada indikasi fitnah kepada SBY? "Kalau sesuatu yang diungkap itu tidak berdasar fakta dan kebenaran, apakah itu fitnah?" ujar Julian bertanya balik.

Buku yang ditulis mantan wartawan Tempo ini mengulas tentang sejumlah yayasan yang didirikan sejumlah orang dekat Presiden SBY. Peraih gelar doktor dari Cornell University, Amerika Serikat, ini juga melansir sejumlah media seperti Kantor Berita Antara dan Harian Jurnal Nasional dipakai untuk pemenangan SBY dalam Pemilihan Presiden 2009.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Budi Soeprapto
28/12/2009
Selama tidak ada sanggahan dgn bukti2 sama aja bohong. Janganlah mengunakan kekuasaan untuk menahan informasi.
Balas   • Laporkan
susilo arwana
28/12/2009
SBY dan Kroni2nya jika tidak bersalah jangan merengek2 saja mana datamu
Balas   • Laporkan
Pemerhati
28/12/2009
Bung Adrian terlalu akademis penjelasannya. Kalau memang tidak penting-penting amat kenapa pula perlu dipelajari dan dibedah faktanya..kenapa pula dibilang banyak data tidak akurat..dari judulnya saja mestinya Anda tidak perlu tertarik lebih jauh untuk me
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ