Buku "Gurita Cikeas" Jadi Referensi Pansus
Ini informasi baru yang bisa digunakan oleh Pansus sebagai referensi tambahan.
Senin, 28 Desember 2009, 04:37 WIB
Amril Amarullah, Agus Dwi Darmawan
Pansus Century: Miranda Goeltom (VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Anggota Pansus Bambang Soesatyo mengakui bahwa Pansus telah memesan buku karangan George Junus Aditjondro. Buku ini dipesan secara khusus ke Penerbit Galang Press bukan atas nama Pansus tapi atas nama Pribadi.
Menurut Bambang, buku berjudul 'Membongkar Gurita Cikeas' adalah informasi baru yang bisa digunakan oleh Pansus sebagai referensi tambahan. Untuk itu sebagian anggota Pansus yang mengetahui cara pemesanan langsung berinisiatif memesan.
"Ini pesannya pribadi, borongan dari temen-temen PDI Perjuangan dan Golkar," ujar Bambang saat dihubungi VIVAnews, Minggu 27 Desember 2009.
Menurutnya dana yang digunakan juga diluar dana Pansus yang senilai Rp 2,7 miliar. Alasannya karena memang alasan pribadi, buku dipesan hanya untuk pribadi. "Pembelian memang pribadi, bukan Pansus, tapi nanti kami tetap bagi ke anggota lain," ujar Bambang.
Ia mengaku tertarik karena buku karangan George Junus Aditjondro itu sebagiannya mengungkap cerita tentang kasus Century.
Namun pemesanan khusus harus dilakukan karena usai didisitribusikan di toko buku, hanya dalam hitungan hari buku ini hilang secara misterius dari peredaran.
laura
30/12/2009
Seharusnya para pansus ntu nyelidkin ndiri, hasilnya jan diputr blikan tpnya jgn terkecoh dg uang smata
rakyat kecil
29/12/2009
hahahaha..... bodoh sekali DPR ku sayang, buku yg belum jelas benar salahnya dijadikan referensi ... hahahaha....duh ampun deh,wakilku yg duduk di DPR koq keliatan banget sih bodohnya.
bukannya anggaran pansus century kemaren dah cukup tuh 2milyar kan???
Kumiz
29/12/2009
Buku dijadiin referensi Pansus?? apa yg ada di buku belum tentu sepenuhnya benar.. anggota pansus udah keabisan akal...
kebanyakan Pansus = kebanyakan buang duit rakyat...
Pemerhati
28/12/2009
Semakin lama semakin ketahuan saja apa isi otaknya Anggota Pansus ini...berpikir berat mencerna Lpa BPK males-malesan..baca buku ogah..mending ndengerin ocehan pengamat bayaran..setelah bosen ganti media gossip..sekarang mau nyari sumber dari buku stensil
Agustian
28/12/2009
Perlu lebih cermat untuk mensikapi tentang buku tsb, selayaknya cek kebenarannya dengan pihak terkait sehingga tidak menjadiken Fitnah baik yang menulis maupun yang jadi obyek dari penulisnya, Suatu yang tidak benar atau pun yang benar di Indonesia ini ak
kenzo
28/12/2009
wkwkwk utk referensi? komik juga bisa dong utk referensi. sesuatu yg belum benar jadi refr.tentu produknya pun tdk benar, refr fitnah hasilnya akan fitnah juga.Pakai metodologi ilmiah dong! Suatu penelitian dg refr. bodong akan langsung tidak lulus dg ang
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar