Nasional

Pansus Borong Buku "Membongkar Gurita Cikeas"

Pansus Century langsung memborong buku itu sebanyak 50 eksemplar.

Minggu, 27 Desember 2009, 20:32 WIB
Amril Amarullah, Agus Dwi Darmawan
Buku (photobucket.com)

VIVAnews -- Panitia Khusus Bank Century (Pansus Century) menjadi salah satu pihak yang ikut memburu keberadaan buku karangan George Junus Aditjondro. Hari ini, Minggu, 27 Desember 2009 pansus century memborong buku dari penerbitnya, karena buku tersebut secara misterius hilang dari peredaran.

Direktur Penerbitan Galang Press Julius Felicianus, dalam bincang-bincang dengan VIVAnews, mengakui anggota pansus sudah memesan secara khusus ke penerbit.

"Jumlahnya 50 eksemplar, tadi siang sekitar jam 11.00 WIB pesannya," ujar Julius kepada VIVAnews, Minggu 27 Desember 2009.

Julius tidak mengetahui pasti, untuk apa buku tersebut dipesan. Tapi memang, kencangnya isu seputar perjalanan SBY yang dituangkan oleh sang penulis dalam buku kemungkinan menjadi latarbelakang buku tersebut dipesan.

Buku diakui memang mengupas seputar pemerintahan lima tahun SBY dalam hal lingkungan keluarga. Diduga melalui buku itu, Pansus bisa menemukan sumber baru tentang penyelidikan kasus Bank Century.

Selain Pansus, Julius mengatakn, ada beberapa pihak yang ikut memesan secara langsung ke penerbit. Pemesan itu antara lain LKBN Antara sebanyak 300 eksemplar namun hanya bisa diberikan 100 eksemplar, dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) memesan 10 eksemplar namun hanya ada 1 eksemplar.

Seperti diketahui, Buku George Junus Aditjondro berjudul 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century' diterbitkan di Yogyakarta oleh Galang Press. Namun, buku kontroversial itu hilang di sejumlah toko buku di Yogyakarta dan Jakarta, termasuk di sentra buku, Shopping Centre.

"Yang jelas saat ini stok sudah habis,"ujar Wahyu salah seorang karyawan di Toko Buku Gramedia di Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta, Minggu, 27 Desember 2009. Menurutnya sejak beberapa hari yang lalu buku yang semula dipajang sudah laku dan habis.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
senja
03/01/2010
Kok takut seh jual buku itu? itu kan hak dari Gramedia. Gramedia kan tempat menjual buku. So. dont worry deh.. yang lagi kontroversi sekarang ini kan Presiden SBY sama si penulis.
Balas   • Laporkan
pengikut
30/12/2009
gw rasa banyak bgt yg belum di ungkap di bukunya. semuanya masih ngawang2 dan cuma seputar rumor.
Balas   • Laporkan
budiono
28/12/2009
JANGAN-JANGAN ITU PERMAINAN MAKETING SAJA AGAR BUKU YG MENGUPAS TTG ISSU ITU LAKU KERAS.
Balas   • Laporkan
Dewey
28/12/2009
@Wisanggeni Bisa menyimpulkan akurasi tidak jelas, apa Anda sudah membaca bukunya? George bukan orang baru. Kl sekadar cari popularitas, buat apa dia lari ke Aussie gara2 dikejar Rezim Soeharto.
Balas   • Laporkan
Widya Wicaksana
27/12/2009
Sepertinya akan lebih bijak kalau kubu sby mengeluarkan buku yang isinya bantahan kalau memang ada yang dirasa fitnah. Pastinya akan lebih INTELEK ketimbang main otot langsung tarik paksa dari peredaran. Jangan sampai muncul lagi Orba jilid 2. Peng
Balas   • Laporkan
Wisanggeni
27/12/2009
akhir2 ini lagi banyak orang yg cari popularitas dr kasus century. ada yg cari popularitas krn akan maju menjadi Ketum PAN, ada lagi yg cari popularitas krn lama tak muncul di media setelah dipecat dari UKSW Salatiga. hehehe... Sbg peneliti hrsnya bicara
Balas   • Laporkan
lanang prakoso
27/12/2009
yg seneng penerbit dan pengarangnya nggak perlu promosi besar2an buku bisa laris manis..cobakalau untuk buku penunjang pelajaran sekolah susah banget lakukanya..
Balas   • Laporkan
novel
27/12/2009
berantas korupsi di Indonesia Qta ne.. jgn sampai terulang untuk ke_2 kalinya...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ