VIVAnews - Buku 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century' karya George Junus Aditjondro menuai kontroversi.
Buku tersebut diterbitkan di Yogyakarta oleh Galang Press. Kepada VIVAnews, Direktur Penerbitan Galang Press, Julius Felicianus menyatakan tidak ada intervensi Cikeas terhadap perusahaannya.
"Tidak ada surat dari Cikeas, karena tidak perlu. Buku ini sifatnya hanya memberikan info tanpa adanya isi pencemaran nama baik," kata dia, Minggu 27 Desember 2009.
Menanggapi kosongnya peredaran buku ini baik di Yogyakarta maupun Jakarta, Julius mengakui memang ada beberapa toko buku yang tidak berani menjual.
"Itu karena ramainya diberitakan di media, jadi mereka tidak berani," ujar Julius.
Julius mengatakan buku memang tidak perlu dilarang karena kalau dilihat dari segi isi sebenarnya buku ini tidak bersifat menghasut. Buku juga diterangkan tidak ada maksud memojokkan pihak-pihak tertentu.
Julis mengatakan buku diterbitkan dengan maksud adalah sebagai agenda evaluasi pemerintahan SBY selama lima tahun lalu, termasuk agenda 100 hari ke depan agar pemerintahan bisa lebih baik.
Dijelaskan dia, sebelum buku itu diterbitkan, Galang Press juga terlebih dahulu telah menyaring isi buku kalau-kalau ada yang menyudutkan pihak tertentu.
"Kami menjamin, informasi buku ini benar, karena dari monitoring kami, 67 persen informasi yang ada pernah dimuat di media," katanya.
"Jadi kalau memang ada beberapa kalangan yang menganggap tidak benar, tolong diluruskan," kata Julius.
****
Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan SBY prihatin dengan buku karangan George Aditjondro.
"Di dalam buku itu disebutkan dengan fakta-fakta yang sepertinya tidak akurat dan tidak mengandung kebenaran yang hakiki. Ini yang diprihatinkan presiden," kata dia di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Sabtu 26 Desember 2009.
Kata Julian, tidak menutup kemungkinan ada langkah hukum yang akan dilakukan SBY maupun yayasannya.
"Buku itu telah dirilis dan dipublikasikan di publik maka yang akan diminta nanti pertanggungjwabannya adalah sejauh mana keotentikan, validitas data, dan kalau perlu sampai proses dimana metodelogi yang digunakan. Sehingga pak Adi Tjondro sampai pada kesimpulan yang disampaikan buku tersebut," kata Julian