VIVAnews - Kontroversi buku 'George Junus Aditjondro berjudul 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century' juga menular ke dunia maya.
Menanggapi hilangnya buku tersebut di pasaran, di laman jejaring sosial, Facebook muncul gerakan 'Bagi Cerita & Diskusi: Buku Gurita Cikeas, karya Georges J. Aditjondro'.
"Buku Gurita Cikeas, tak bisa lagi dijumpai di toko buku. Mungkin ada dari Anda yang sempat punya, mari berbagi dengan komunitas facebook, menyampaikan isi dan berdiskusi di sini, sebagai bagian langkah pencerahan, bagi meningkatnya mutu peradaban," kata inisiator grup tersebut.
Tak hanya ajang diskusi, grup tersebut juga menyarankan agar buku yang kian menghilang di pasaran ini dibuat dalam versi e-book.
"Mungkin jika Bung George JA berkenan, buku itu di-scan saja. Lalu dijadikan e-book, lantas macam di komunitasini, urunan bayar Rp 5 ribu perak, bisa jadi solusi, atau berapa perak pun? Sehingga sosialisasi buku terjalin, pendapatan tetap ada? Atau ada ide lain?"
Tak jelas siapa yang membuat grup ini. Namun, kurang dari satu hari, grup ini telah menjaring 272 pendukung.
Pra launching dan bedah buku karya George Aditjonro akan diselenggarakan pada Rabu 30 Desember 2009 pukul 12.00 WIB di Doekoen Cafe, Graha Permata Pancoran, Blok A, Pancoran.
Buku George berisi dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya dalam kasus Century. Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas juga disebut sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana.
**** Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan SBY prihatin dengan buku karangan George Aditjondro.
"Di dalam buku itu disebutkan dengan fakta-fakta yang sepertinya tidak akurat dan tidak mengandung kebenaran yang hakiki. Ini yang diprihatinkan presiden," kata dia di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Sabtu 26 Desember 2009.
Kata Julian, tidak menutup kemungkinan ada langkah hukum yang akan dilakukan SBY maupun yayasannya.
"Buku itu telah dirilis dan dipublikasikan di publik maka yang akan diminta nanti pertanggungjwabannya adalah sejauh mana keotentikan, validitas data, dan kalau perlu sampai proses dimana metodelogi yang digunakan. Sehingga pak Adi Tjondro sampai pada kesimpulan yang disampaikan buku tersebut," kata Julian
boleh-boleh saja membuat tulisan asal kebenarannya ada, tidak sensasi hanya untuk sisi marketing jualan buku, masalah bangsa lebih besar dari sekedar jual buku...ayolah para pemimpin mari berbuat baik untuk kesejahteraan bangsa ini lewat peran masing-masi
pendewasan atas dasar demokrasi yang perlu d pertahankan, "jangan pernah berhenti untuk memperjuangkan demokrasi, sekali berhenti ia akan mati" kita belum tahu siapa yang pantas dan layak untuk dikatakan gurita, jangn2 masih banyak gurita2 kecil yang berk
how much it takes to keep a rotten fish, it's smells will always spread all over the place.
i think it's useless if you wanna buy all the book copy just for keep up the "rotten truth". as long as there is the original one, sooner or later everyone will k
fitnah lebih kejam daripada pembunuhan,kang Jos ingat yaa..anda yang menanam, anda pula yang akan memanen, semoga kita semua bisa memetik dari kejadian ini.........
buat semua elemen mohon jangan sampai terjadi perpecahan.....HIDUP INDONESIA....
awas, hati-hati, jangan sampai karena buku ini jadi heboh lantas kerjaan pansus bank cebtury jadi sunyi dan lenyap. biasanya indonesia kan begitu........
Sebenarnya SBY tidak perlu risau kalau yang ditulis George Aditjondro itu tidak betul. Tapi kalau SBY dkk reaktif dalam menyikapi terbitnya buku tersebut, rakyat jadi curiga, jangan-jangan yang ditulis Aditjondro betul.
@nizar, membongkar kebenaran itu hukumnya WAJIB. Katakanlah yang benar meskupun pahit rasanya. Jadi yg pro SBY, tinggal tunggu saja hak jawab dari SBY untuk memberikan tanggpan disertai bukti yg kuat terhadap halaman2 yg dianggap salah. Hidup SBY dan hidu