Nasional

'Membongkar Gurita Cikeas' Muncul di Facebook

Kurang dari satu hari, grup diskusi Buku Gurita Cikeas telah menjaring 272 pendukung.

Minggu, 27 Desember 2009, 12:14 WIB
Elin Yunita Kristanti
  (digiactive.org)

VIVAnews - Kontroversi buku 'George Junus Aditjondro berjudul 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century' juga menular ke dunia maya.

Menanggapi hilangnya buku tersebut di pasaran, di laman jejaring sosial, Facebook muncul gerakan 'Bagi Cerita & Diskusi: Buku Gurita Cikeas, karya Georges J. Aditjondro'.

"Buku Gurita Cikeas, tak bisa lagi dijumpai di toko buku. Mungkin ada dari Anda yang sempat punya, mari berbagi dengan komunitas facebook, menyampaikan isi dan berdiskusi di sini, sebagai bagian langkah pencerahan, bagi meningkatnya mutu peradaban," kata inisiator grup tersebut.

Tak hanya ajang diskusi, grup tersebut juga menyarankan agar buku yang kian menghilang di pasaran ini dibuat dalam versi e-book.

"Mungkin jika Bung George JA berkenan, buku itu di-scan saja. Lalu dijadikan e-book, lantas macam di komunitasini, urunan bayar Rp 5 ribu perak, bisa jadi solusi, atau berapa perak pun? Sehingga sosialisasi buku terjalin, pendapatan tetap ada? Atau ada ide lain?"

Tak jelas siapa yang membuat grup ini. Namun, kurang dari satu hari, grup ini  telah menjaring 272 pendukung.

Pra launching dan bedah buku karya George Aditjonro akan diselenggarakan pada Rabu 30 Desember 2009 pukul 12.00 WIB di Doekoen Cafe, Graha Permata Pancoran, Blok A, Pancoran.

Buku George berisi dugaan keterlibatan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya dalam kasus Century. Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas juga disebut sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana.

****
Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan SBY prihatin dengan buku karangan George Aditjondro.

"Di dalam buku itu disebutkan dengan fakta-fakta yang sepertinya tidak akurat dan tidak mengandung kebenaran yang hakiki. Ini yang diprihatinkan presiden," kata dia di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Sabtu 26 Desember 2009.

Kata Julian, tidak menutup kemungkinan ada langkah hukum yang akan dilakukan SBY maupun yayasannya.

"Buku itu telah dirilis dan dipublikasikan di publik maka yang akan diminta nanti pertanggungjwabannya adalah sejauh mana keotentikan, validitas data, dan kalau perlu sampai proses dimana metodelogi yang digunakan. Sehingga pak Adi Tjondro sampai pada kesimpulan yang disampaikan buku tersebut," kata Julian



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
nina
03/01/2010
download full e booknya di http://www.ziddu.com/download/8000256/guritacikeasfullpdf.pdf.html
Balas   • Laporkan
bohman
03/01/2010
boleh-boleh saja membuat tulisan asal kebenarannya ada, tidak sensasi hanya untuk sisi marketing jualan buku, masalah bangsa lebih besar dari sekedar jual buku...ayolah para pemimpin mari berbuat baik untuk kesejahteraan bangsa ini lewat peran masing-masi
Balas   • Laporkan
mentari
29/12/2009
Aa ga usah gusar lah....dulu² waktu episode I orang ngomong apa Aa diem kalem, kenapa sekarang jadi gerah....?
Balas   • Laporkan
duriatul wustho
29/12/2009
pendewasan atas dasar demokrasi yang perlu d pertahankan, "jangan pernah berhenti untuk memperjuangkan demokrasi, sekali berhenti ia akan mati" kita belum tahu siapa yang pantas dan layak untuk dikatakan gurita, jangn2 masih banyak gurita2 kecil yang berk
Balas   • Laporkan
mbah dalyono
28/12/2009
kebiasaan buruk seseorang tampak pada cari popularitas dengan mencari-cari aib orang lain.Belum tentu dia lebih baik dari yang difitnah
Balas   • Laporkan
Kyle
28/12/2009
how much it takes to keep a rotten fish, it's smells will always spread all over the place. i think it's useless if you wanna buy all the book copy just for keep up the "rotten truth". as long as there is the original one, sooner or later everyone will k
Balas   • Laporkan
pendi
27/12/2009
fitnah lebih kejam daripada pembunuhan,kang Jos ingat yaa..anda yang menanam, anda pula yang akan memanen, semoga kita semua bisa memetik dari kejadian ini......... buat semua elemen mohon jangan sampai terjadi perpecahan.....HIDUP INDONESIA....
Balas   • Laporkan
didik
27/12/2009
awas, hati-hati, jangan sampai karena buku ini jadi heboh lantas kerjaan pansus bank cebtury jadi sunyi dan lenyap. biasanya indonesia kan begitu........
Balas   • Laporkan
Giraso
27/12/2009
Sebenarnya SBY tidak perlu risau kalau yang ditulis George Aditjondro itu tidak betul. Tapi kalau SBY dkk reaktif dalam menyikapi terbitnya buku tersebut, rakyat jadi curiga, jangan-jangan yang ditulis Aditjondro betul.
Balas   • Laporkan
Paijo
27/12/2009
@nizar, membongkar kebenaran itu hukumnya WAJIB. Katakanlah yang benar meskupun pahit rasanya. Jadi yg pro SBY, tinggal tunggu saja hak jawab dari SBY untuk memberikan tanggpan disertai bukti yg kuat terhadap halaman2 yg dianggap salah. Hidup SBY dan hidu
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ