Nasional
Kontroversi Buku 'Membongkar Gurita Cikeas'

Isi Buku Menurut George Aditjondro

Ada foto SBY dan Ani Yudhoyono menghadiri pernikahan anak Artalyta Suryani.

Minggu, 27 Desember 2009, 11:23 WIB
Elin Yunita Kristanti
George Junus Aditjondro (Antara/ Regina Safri)

VIVAnews - Tak hanya mendapat reaksi dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, buku karya George Junus Aditjondro berjudul 'Membongkar Gurita Cikeas: Di Balik Skandal Bank Century' juga menghilang dari pasaran.

Buku George berisi dugaan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan keluarganya dalam kasus Century. Yayasan-yayasan yang dikelola keluarga Cikeas disebut sebagai motor dalam mencari dukungan politik dan mencari dana.

Padahal, "nggak banyak yang baru. Soal keluarga Cikeas, banyak yang sudah tahu itu. Kali ini diekspos di publik, dikaitkan dengan kampanye," kata George Aditjondro ketika dihubungi VIVAnews, Minggu 27 Desember 2009.

George lalu menjelaskan isi bukunya itu. "Ada profil dinasti Sarwo Edi Wibowo, ada foto SBY dan Ani Yudhoyono menghadiri pernikahan anak Artalyta Suryani [terpidana kasus penyuapan jaksa Urip Tri Gunawan]," kata dia.

Kata George, hal itu sudah diketahui publik. "Datanya banyak yang download dari internet. Kalau soal yayasan dari situs masing-masing," tambah dia.

****
Sebelumnya, Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, mengatakan SBY prihatin dengan buku karangan George Aditjondro.

"Di dalam buku itu disebutkan dengan fakta-fakta yang sepertinya tidak akurat dan tidak mengandung kebenaran yang hakiki. Ini yang diprihatinkan presiden," kata dia di kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Sabtu 26 Desember 2009.

Kata Julian, tidak menutup kemungkinan ada langkah hukum yang akan dilakukan SBY maupun yayasannya.

"Buku itu telah dirilis dan dipublikasikan di publik maka yang akan diminta nanti pertanggungjwabannya adalah sejauh mana keotentikan, validitas data, dan kalau perlu sampai proses dimana metodelogi yang digunakan. Sehingga pak Adi Tjondro sampai pada kesimpulan yang disampaikan buku tersebut," kata Julian



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
cuzmient
13/01/2010
kenapa mesti di tarik dari pasaran,padahal pasti masyarakat penasaran ma isi na
Balas   • Laporkan
suteki
11/01/2010
betul..betul...apa bedanya sby skr dg rezim orba, pakai ngelarang buku beredar!! emank klo sdh berkuasa segala cara di pakai tuk tetap eksis...sampai dmn kau bertahan kita lihat saja...yuks!
Balas   • Laporkan
suteki
11/01/2010
betul..betul...apa bedanya sby skr dg rezim orba, pakai ngelarang buku beredar!! emank klo sdh berkuasa segala cara di pakai tuk tetap eksis...sampai dmn kau bertahan kita lihat saja...yuks!
Balas   • Laporkan
wong kutho
29/12/2009
Au Ah Lap
Balas   • Laporkan
Bahrum Syah Alam
29/12/2009
Ini adalah karangan anak bangsa, baik utk rakyat semua, biarlah rakyat yang menilai, buku ini baik atau tidak.. tetapi paling tdk buku ini dapat menjadi acuan pemerintah buat memberantas korupsi di Negeri tercinta ini...Buku Membongkar Gurita Cikeas... ja
Balas   • Laporkan
dick
28/12/2009
Sebaiknya SBY menggunakan Hak Jawab dengan menulis buku tandingan....biarkan publik menilai mana fakta dan mana fitnah...
Balas   • Laporkan
Manfred
27/12/2009
Maju terus Mas Aditjondro. Sejak dahulu pemimpin Indo mengelalbui rakyatnya saja. Mulai dari Soekarno, Soeharto sampai sekarang. Uangnya ditarok diluar negeri, berkolusi dengan orang sipit. Harus bangkit bangsaku, jangan mau dibodohi oleh oknum2 tertentu
Balas   • Laporkan
riduan
27/12/2009
motif buku terbit mau cari uang,memanfaatkan keadaan kasus century yang lagi hangat,padahal belum tentu benar,kan fitnah
Balas   • Laporkan
sbyu
27/12/2009
Setahu saya bila akan menulis sesuatu tentang seseorang apa lagi mengenai Presiden bukankah penulis nya terlebih dahulu "croos check " atau memberitahukan dulu kepada yang akan ditulisnya??? Lalu semua berita kejadian di masyarakat bagaimana harus peun
Balas   • Laporkan
Dingdong
27/12/2009
Lihat aja iklan di TV yg coba mengcounter skandal century, berapa duit yg di habiskan untuk iklan?. Duitnya darimana? KPK lebih pro aktif dunk...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ