VIVAnews -- Menteri Pertahanan (Menhan) RI, Purnomo Yusgiantoro, menjamin keamanan di wilayah Papua tetap kondusif pada saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2010 nanti.
Purnomo memandang perlu menegaskan hal itu sehubungan dengan tewasnya panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) Kelly Kwalik, sehingga mengakibatkan daerah tersebut bergejolak.
"Sebenarnya yang patut diwaspadai, yakni ketika tanggal 1 Desember lalu, karena saat itu dikhawatirkan adanya pengibaran bendera Bintang Kejora," katanya di Malang, Jawa Timur, Selasa 22 Desember 2009.
Ia mengatakan, untuk saat ini, kendali keamanan pasca tewasnya Kelly Kwalik masih sepenuhnya berada di tangan Polri dan belum diperlukan penambahan personel dari TNI AD. "Sepenuhnya ditangani kepolisian. Namun, apabila nantinya pihak TNI diminta membantu, tentu akan kami siapkan," tegasnya.
Kondusifnya keamanan di Papua ini, diharapkan bisa menjaga dunia investasi di bumi Cenderawasih tersebut. Ia membantah, bahwa selama ini operasi yang dilakukan oleh pihak keamanan hingga berujung tewasnya Kelly Kwalik karena menyikapi ancaman PT. Freeport yang akan menarik diri dari Papua. "Tidak ada keinginan PT Freeport menarik investasi dari Papua, apalagi Freeport sudah lama berinvestasi di sana," katanya.
Ia menambahkan, yang jelas, situasi investasi dan keamanan di Papua saat ini masih aman dan kondusif. "Pemerintah akan senantiasa menjaga keamananan investasi tersebut. Menurut Purnomo, selama ini keberadaan para kelompok sparatis di Papua cukup mengganggu keamanan di wilayah tersebut.
Apalagi jalur menuju Freeport mulai dari Tembaga Pura hingga Kuala Kencana yang rutenya naik dan turun wilayah pegunungan dinilai sangat rawan. "Operasi keamanan yang dilakukan selama ini, yakni bertujuan menjaga kawasan tersebut dari gangguan kelompok sparatis," ujarnya. (tvone)