VIVAnews -- Sedikitnya 2.750 personel Polda Daerah Istimewa Yogyakarta akan diterjunkan untuk pengamanan perayaan Natal dan Tahun Baru 2010 mendatang. Operasi pengamanan Natal dan Tahun Baru 2010 ini dinamakan "Operasi Lilin Progo 2009".
Kepala Bidang Humas Polda DIY, Ajun Komisaris Besar Anny Pudjiastuti, mengatakan, petugas yang diterjunkan dalam operasi pengamanan tersebut terdiri dari unsur Polda DIY sebanyak 500 personel, Poltabes Yogyakarta (550 personel), Polres Sleman (550 personel), Polres Bantul (450 personel), Polres Kulonprogo (350 personel) dan Polres Gunungkidul (350 personel).
"Tujuan utama dari operasi Lilin Progo 2009 ini untuk menjamin keamanan ketertiban masyarakat dengan mengedepankan kegiatan preventif yang didukung kegiatan intelejen, dan penegakan hukum untuk menjamin rasa aman dan kenyamanan masyarakat yang merayakan Natal dan Tahun Baru," katanya, Selasa, 22 Desember 2009
Target sasaran pengamanan operasi dioptimalkan pada gereja, pusat pembelanjaan, pemukiman yang ditinggal penghuninya, jalur menuju tempat rekreasi, terminal tempat rekreasi, penampungan gudang kebutuhan bahan pokok.
"Lokasi obyek vital akan menjadi sasaran utama pengamanan kita. Petugas juga diminta untuk mengantisipasi tindak terorisme," tegasnya
Sementara itu Tim Search and Rescue (SAR) Kabupaten Bantul menerjunkan 78 personel untuk menjaga kawasan pantai selatan seperti Pantai Parangtritis, Depok, Samas, Kuawaru dan Pantai Pandansimo.
Kekuatan personel akan terkonsentrasi di Pantai Parangtritis dan Depok dengan kekuatan 58 personel. Hal itu disebabkan hanya di dua lokasi wisata tersebut selalu banyak pengunjungnya.
"Kita sengaja menempatkan personel terbanyak di Pantai Parangtritis dan Pantai Depok karena dua pantai itu yang pengunjungnya sangat banyak," ujar Taufik M Faqi, Sekretaris Tim SAR, Pantai Parangtritis, Bantul, DIY
Untuk mengantisipasi adanya kecelakaan laut, pihaknya akan mengoptimalkan alat komunikasi yang ada seperti pengeras suara untuk memeringatkan pengunjung. Selain itu juga akan memasang tanda di daerah berbahaya.
"Kita berharap, nantinya pengunjung mentaati ajuran yang kita berikan lewat pengeras suara atupun melalui rambu-rambu yang dipasang di pinggir pantai," pungkasnya.
Laporan: KDW | Yogyakarta