VIVAnews - PT Kereta Api memperkirakan laba sebelum pajak perseroan hingga akhir tahun mencapai Rp 200 miliar.
"Sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, bahkan melebihi. Mungkin laba sebelum pajak Rp 200 miliar," kata Direktur Utama PTKA Ignasius Jonan di Kementerian BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Senin, 21 Desember 2009.
Menurut Jonan, perolehan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan 2008 di mana perusahaan masih mengalami rugi Rp 83 miliar. Pendapatan perusahaan tahun ini diperkirakan mencapai Rp 6 triliun. Untuk tahun depan, Kereta Api menargetkan pendapatan dapat tumbuh 10-15 persen dari realisasi tahun ini.
Kontribusi pendapatan perseroan sampai saat ini didominasi oleh pengangkutan penumpang sebesar 70 persen dan barang 30 persen. "Saya kira permintaan memang naik," katanya.
Pada akhir tahun ini, Kereta Api berencana menambah lagi dua rangkaian kereta api ke arah timur. Sementara untuk tarif, kemungkinan akan mengalami kenaikan tergantung dari jurusannya. "Pakai batas atas tergantung jurusannya. Sekitar 10-20 persen," ujar dia.
Pendapatan perusahaan juga ditopang oleh lonjakan penumpang sekitar 5-10 persen. Selain itu, upaya efisiensi juga telah meningkatkan pendapatan perusahaan. Untuk efisiensi biaya operasional langsung diperkirakan mencapai 5 - 7 persen.
hadi.suprapto@vivanews.com