Nasional

Yang Unik dari Penghitungan Koin untuk Prita

Di antara koin-koin yang menggunung, ada juga koin tua. Jumlahnya sampai tiga stoples.

Jum'at, 11 Desember 2009, 05:49 WIB
Elin Yunita Kristanti, Elly Setyo Rini
Logo Koin Peduli Prita Mulyasari (koinkeadilan.com)

VIVAnews - Keunikan terjadi di tengah aksi pengumpulan koin Peduli Prita. Tak hanya koin atau uang yang lazim dipakai saat ini, di tengah gundukan koin yang telah terkumpul juga ditemukan cukup banyak koin-koin kuno dan koin yang tak laku.

"Koin yang terkumpul macam-macam, ada koin yang sudah tidak laku lagi, misalnya Rp 1 dan Rp 25. Mungkin dari orang yang punya celengan sejak lama," kata Koordinator Posko Peduli Prita, Sesil, ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta, Kamis malam, 10 Desember 2009.

Sesil mengaku bingung bagaimana menghitung koin-koin tua tersebut. Namun pihaknya telah memisahkan koin-koin tersebut dengan koin atau uang yang masih bisa digunakan.

Koin-koin langka itu, menurut Sesil, mencapai 3 stoples ukuran sedang.

Sebagai gantinya, apakah akan dilelang sebagai uang langka, Sesil mengaku hanya akan menyerahkan koin tua itu kepada Prita Mulyasari. "Tidak terpikir untuk itu (dilelang), langsung diberikan saja," ujarnya.

Selain koin langka, Sesil juga menemukan beberapa koin dalam mata uang asing, yang dominan dari Amerika Serikat dan Australia.

"Jumlahnya bisa sampai satu stoples ukuran sedang," kata Sesil.

Sama halnya dengan koin langka, uang asing itu juga dipisahkan dari uang "wajar" lainnya dan sama sekali belum dimasukkan dalam perhitungan.

Sesil mengaku masih konsentrasi pada penghitungan koin rupiah yang berlaku dulu. Karena, dia menambahkan, masih cukup banyak koin dan uang yang belum dihitung.

Tak hanya koin, uang kertas pun turut mewarnai aksi peduli Prita. Sesil menyebutkan pecahan uang kertas bernilai Rp 100 ribu, setelah dihitung, telah mencapai Rp 10 juta.

Hingga Kamis pukul 21.00 WIB, koin Prita telah terkumpul sebanyak Rp 151 juta. Pengumpulan koin telah ditutup, dan diperkirakan masih dibutuhkan beberapa hari untuk menyelesaikan penghitungan total.

• VIVAnews
Rating
Komentar
anoni
15/12/2009
pemerintah indonesi apa nggak ngerasatersinggung ama koin2 ini???dasar nggak punya hati nurani!
Balas   • Laporkan
budi
15/12/2009
uang recehnya yang 200 juta kita pake aja buat nyuap jaksa biar prita bebas dari tuduhan. tapi jaksanya harus bawa uangnya pake digigit satu persatu sampe habis. lumayan buat olah raga. kalo capek tinggal ke rs omni minta suntik mati sekalian
Balas   • Laporkan
Jusuf Kolev (JK)
11/12/2009
Kalo saya sih gampang aja, yang penting kan duit, kasih aja omni uang 204 juta recehan semua, biar kesannya kayak pengemis gitu. taruh di ruangan direkturnya. Kira2 mau ngomong apa dia??? ruangannya udah jadi gudang bulog. hehehehe
Balas   • Laporkan
edy
11/12/2009
mantap......dah siap buat gudang koinnya?
Balas   • Laporkan
Rudy
11/12/2009
Kepada seluruh rakyat Indonesia,terutama masyarakat yg dekat dgn lingkungan Rumah Sakit tersebut jgn terpengaruh dengan propaganda dan bujuk rayuan,serta tipu muslihat yg mereka berikan,bisa saja nanti mereka berubah nama,namun kelakuan mereka dan pelayan
Balas   • Laporkan
deni
11/12/2009
RS omni,apakah kalian tidak punya mata hati n tidak sadar diri bahwa kalian telah menjadi musuh bg rakyat indonesia,kalian hnya mementingkan kepentingan kalian... makan tuch uang koin....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ