VIVAnews - Pengumpulan Koin Peduli Prita telah resmi ditutup Kamis 10 Desember 2009, publik menanti hitungan akhir koin terkumpul. Relawan di Posko Peduli Prita yang berpusat di Jatipadang Jakarta, saat ini, tengah berjibaku dengan proses penghitungan recehan.
Meski belum usai dihitung, banyak pihak menyatakan ingin membantu menyediakan transportasi untuk mengantar koin menuju tangan Prita Mulyasari.
Koordinator Posko Peduli Prita, Sesil, mengaku banyak orang yang menawarkan truk untuk menampung koin dan mengantarkannya.
"Sudah banyak yang menawarkan truk untuk dipakai, tapi kami belum menentukan akan memakai apa, apakah mobil boks atau truk saja," kata Sesil ketika dihubungi VIVAnews di Jakarta, Kamis malam, 10 Desember 2009.
Sesil tentu saja bingung. Pasalnya, koin-koin yang terkumpul di Posko masih teronggok dan menggunung di posko, menanti untuk dikemas rapi.
Koin-koin Prita, kata Sesil, masih dalam bentuk kemasan-kemasan plastik kecil dan belum menempati wadah yang jelas, dan tentunya aman.
"Kalau hanya ditempatkan di dus pasti akan jebol. Kami masih belum mencari wadah apa yang bisa menampung semua koin ini," kata Sesil.
Usai dihitung, Sesil belum bisa memastikan apakah koin-koin itu akan langsung diantar ke tangan Prita. "Kami masih koordinasi soal itu, terutama dengan teman-teman blogger," ujarnya.
Hingga Kamis malam, koin Prita telah terkumpul mencapai Rp 151 juta. Masih banyak koin yang harus dihitung, dan Sesil belum bisa memastikan kapan penghitungan akan purna.
Sebagian yang telah dihitung, sekitar Rp 40 juta, telah dikemas rapi dalam kontainer dan dus-dus kecil. Setidaknya satu kontainer besar, dua kontainer kecil, dan dua dus berukuran sedang telah menampung koin Prita.
Sejak digagas dalam diskusi di mailing list (milis) Sehat Group pada Kamis petang pekan lalu, ajakan pengumpulan koin untuk Prita mendapat sambutan positif dari masyarakat.
Tua, muda, kaya, miskin, beramai-ramai menyerahkan koin untuk membantu Prita. Sejumlah tokoh pun tak mau kalah dengan turut menyumbang koin untuk Prita.
Namun, koin yang terkumpul belum dapat diserahkan kepada RS Omni. Sebab, saat ini Prita masih melakukan perlawanan dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Prita menuntut balik dengan gugatan senilai Rp 1 triliun.