Nasional

Selama 2009, 95 Jurnalis Terbunuh

Sekitar 600 kasus merupakan penghilangan paksa dan sebanyak 95 kasus terjadi pada 2009.

Kamis, 10 Desember 2009, 16:20 WIB
Arry Anggadha, Eko Huda S
  (Banjir Ambarita | Papua)

VIVAnews - Sekretaris Jendral Aliansi Jurnalis Independen (AJI), Jajang Mulyana mengatakan nasib jurnalis sama dengan para aktivis. Dia mengatakan banyak jurnalis yang menerima aksi kekerasan dan penghilangkan secara paksa.

"Sebanyak 795 jurnalis yang dibunuh sejak 1992," kata Jajang dalam acara 'Refleksi Hari HAM Sedunia, di Kantor Komnas Ham, Jakarta, Kamis 10 Desember 2009. Jumlah itu berdasarkan data Committee to Protect Journalist yang berpusat di New York.

Dia mengatakan, dari 795 wartawan yang dibunuh itu, sekitar 600 kasus merupakan penghilangan paksa. Dia juga menambahkan, dari data tersebut, 95 kasus pembunuhan terjadi pada tahun ini. "Termasuk teman-teman kita di Filipina yang dibantai secara brutal," kata dia.

Namun demikian, Jajang sangat menyayangkan tindakan hukum yang dilakukan untuk mengungkap kasus ini. Jika kasus ini di bawa ke pengadilan, lanjut dia, maka yang dihukum hanya pelaku penghilangan saja. "Sementara master mind-nya tidak pernah tersentuh," kata dia.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ