Nasional

3.500 Siswa Serahkan Koin untuk Prita

Sebanyak 99 celengan siswa TK dan SD Khadijah juga dipecah bareng-bareng.

Kamis, 10 Desember 2009, 13:29 WIB
Amril Amarullah
Koin Peduli Prita Mulyasari (Twitter dedidude)

SURABAYA POST -- Pengumpulan  bantuan untuk Prita terus berlangsung. Di Surabaya, sekitar 3.500 siswa Yayasan Khodijah mulai dari TK hingga SMA, Kamis 10 Desember 2009 pagi tadi berkumpul di lapangan Khodijah, Jl. Ahmad Yani Surabaya untuk menyumbangkan koin. Mereka juga memberikan dukungan kepada Prita dengan membawa poster-poster yang mereka buat sendiri. 

Sebanyak 99 celengan siswa TK dan SD Khadijah juga dipecah bareng-bareng untuk kemudian dimasukkan ke kotak besar bertuliskan "Koin untuk Prita". "Ibu Prita, Ibu Prita, Ibu Prita,"  suara ribuan siswa memenuhi seluruh ruangan Kampus Khodijah Ahmad Yani.

Teriakan itu ditujukan kepada Alfiona, siswi kelas VIC, yang memerankan tokoh Prita pada acara itu. Suara panggilan itu pun hilang, saat perwakilan dari TK Khodijah Pandegiling maju ke atas panggung untuk membacakan puisi yang mereka buat. 

Seorang pelajar berjilbab putih sambil membawa sepucuk kertas membaca dengan suara sendu, "Hari terus berjalan/ langkah tertatih menahan kepedihan/ Amarah yang berawal menjadi kebenaran/ terus menghujat tanpa perikemanusiaan/ Sabarlah Ibu Prita deritamu pasti akan sirna/ berjuta mendukung dengan doa/” Deru suara tepuk tangan menyambut setiap penampilan untuk mendukung Prita.

"Kami ingin membantu Bu Prita, semoga pengadilan bisa memutuskan keputusan yang seadil-adilnya. Semoga pengadilan bisa menegakkan keadilan di Indonesia," kata Adelia, siswi kelas VIB SD Khodijah Surabaya yang bercita-cita menjadi wartawati ini. Dia mengaku kasihan dengan derita Prita yang nasibnya dia ketahui melalui berita-berita di media massa.

Tak hanya Adelia yang berempati, Dini, siswi TK Khodijah ini juga melompat-lompat sambil melemparkan koin uang jajannya ke kotak amal raksasa berukuran 1,5 x 1,5 x 2 meter. Dini mengaku kasihan karena Prita harus membayar denda ratusan juta.

Kepala Sekolah SD Khodijah Abdullah Sani mengatakan sebagai pendidik, pihaknya harus mengajarkan empati kepada para siswanya. Mengugah empati para siswa kerap dilakukan bila ada bencana alam. "Kami sangat berempati terhadap kasus ketidakadilan Prita, maka kami mengetuk dan mengajak siswa Khodijah untuk mengumpulkan koin uang saku sekolah hari ini untuk Prita," kata Abdullah di ruang kerjanya.

Laporan: Siska Prestiwati



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ