Nasional

Jika Diminta, Linda Gumelar Siap Bantu Prita

Kementerian Perempuan baru akan melakukan tindakan, termasuk advokasi, jika Prita meminta.

Rabu, 9 Desember 2009, 18:14 WIB
Elin Yunita Kristanti, Bayu Galih
Koin Untuk Prita (ANTARA/Fanny Octavianus)

VIVAnews - Gerakan 'Koin Peduli Prita' makin meluas. Masyarakat menyisihkan koin-koin yang mereka miliki, dari Rp 25 sampai Rp 1.000 untuk membantu Prita Mulyasari membayar ganti-rugi kepada Rumah Sakit Omni sebesar Rp 204 juta.

Sebaliknya, Kementerian Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak belum melakukan tindakan apapun dalam membantu Prita Mulyasari.

Kementerian Perempuan baru akan melakukan tindakan, termasuk advokasi, jika Prita meminta terlebih dahulu.

Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan selama ini Prita belum pernah menemui Kementerian Perempuan. Sehingga Linda mengatakan Kementerian belum melakukan tindakan apapun.

"Keikutsertaan kami harusnya ada percakapan sebelumnya atau permintaan. Kami belum pernah bertemu, dari pihak Prita sendiri belum datang," kata Linda usai bertemu Wakil Presiden Boediono, 9 Desember 2009.

Mengapa Kementerian Perempuan tidak melakukan "jemput bola" dalam Kasus Prita? "Untuk memfasilitasi kami harus punya data-data lengkap untuk diajukan. Semua aksi hukum kan harus mempunyai dasarnya," tutur Linda.

Namun Kementerian Perempuan mengaku mendukung langkah-langkah yang dilakukan Prita. "Kalau kita lihat, ini suatu kemajuan bagi perempuan. Prita mampu menghadapi, walau selama ini perempuan dianggap lemah," ucap Irma Alamsyah Djaya Putra, Staf Khusus Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bidang Hukum dan Politik.

Sejak digagas dalam diskusi di mailing list (milis) Sehat Group pada Kamis petang pekan lalu, ajakan pengumpulan koin ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Tua, muda, kaya, miskin, beramai-ramai menyerahkan koin untuk membantu Prita. Sejumlah tokoh pun tak mau kalah dengan turut menyumbang koin untuk Prita.

Namun, koin yang terkumpul belum dapat diserahkan kepada RS Omni. Sebab, saat ini Prita masih melakukan perlawanan dengan mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung. Prita menuntut balik dengan gugatan senilai Rp 1 triliun.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
agum
10/12/2009
mental pejabat orba...... nunggu dulu..
Balas   • Laporkan
Revolin Lase
10/12/2009
yah...... gak niat bantu kali maklumlah wong cilik.aneh sudah tau hampir tenggelam gak mau bantu juga, malah nunggu di datangin? hihihihihihihiihi dah gak zaman tuh. Mana hati nuranimu?
Balas   • Laporkan
Sakti
10/12/2009
Kalau yg berkasus saudaranya, perempuan pengusaha, tokoh politik, datang sendiri walaupun dengan merangkak... Orang lama kok diberi jabatan di era yg udah berubah... Saya sepakat, Prita lebih layak jd menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Balas   • Laporkan
Triono
10/12/2009
Pejabat rata-rata tidak mau peduli dengan rakyat baik di daerah maupun di pusat sama saja.
Balas   • Laporkan
arie
10/12/2009
saya dukung langkah positif para pejabat dengan berbagai bentuk dukungannya. namun hal yang paling mendasar adalah: seberapa besar nilai dukungan itu tidak dilatar belakangi kepentingan.(Negativ)
Balas   • Laporkan
Hang tuah
10/12/2009
Mari sama sama kita berdoa smoga Yang Maha Kuasa menurunkan keadilan dimuka bumi ini dan menurunkan azabnya yg sangat pedih untuk manusia2 yg dzalim. amin...
Balas   • Laporkan
blanggentak
10/12/2009
waduh... program 100hari udah mau kelar, menterinya kok kerjanya nyantai aja nih... gimana Presiden apa gak salah milih orang jadi menteri tuh... potret menteri yang kurang 'care' terhadap permasalahan rakyat jelata
Balas   • Laporkan
degara
10/12/2009
penegakan hukum indonesia semakin seruuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu ya ya ya
Balas   • Laporkan
Degara
10/12/2009
PEJABAT = pijabat nggak ada pi nggak di jabat hehehe
Balas   • Laporkan
hartono
10/12/2009
para pejabat itu kebanyakan tidak layak jadi pejabat , sudah mati hati nuraninya .
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ