Nasional

Korsel Hibahkan RI 10 Tank Berumur 37 Tahun

Selain tank, Korsel juga menghibahkan sejumlah suku cadang.

Senin, 7 Desember 2009, 10:05 WIB
Umi Kalsum, Yudho Rahardjo
  (AP Photo)

VIVAnews - Pemerintah Korea Selatan pagi ini menghibahkan 10 tank amphibi kepada Marinir Indonesia. Tank buatan tahun 1972 ini dibawa dengan kapal perang Korsel ROK.DOKDO.

Kapal tersebut Senin 7 Desember 2009 bersandar pukul 08.00 WIB di Pelabuhan Dermaga Jakrta ITC II, Tanjung Priok. Kendaraan tempur buatan Amerika Serikat yang dihibahkan ini bertipe 5VT7-A1. Selain tank, Korsel juga menghibahkan sejumlah suku cadang.

Delegasi Korsel, RADN Choi Seung- Kil dan Captain Navi Shih Jung Ho akan mewakili negaranya menghibahkan dan menyerahan ampihi tersebut kepada Indonesia. Hibah ini dipastikan sudah  mendapat persetujuan dari Amerika Serikat.

Delegasi Korsel disambut Komandan Korp Marinir Mayjen TNI Marinir Alfan Baharudin,  Kepala Staf Korp Marinir Brigjen TNI Marinir Ikin Sodikin, Komandan Lantamal III Lakmana TNI Jhoni E Awuy, Komando Lintas Laut Militer Laksamana TNI RM Harahap, Komandan Pasukan Marinir II Jakarta Brigjen Marinir Very Kunto dan Walikota Jakarta Utara Efendi Anas.

Rencananya setelah bertemu walikota Jakarta Utara, delegasi akan menuju Mabes AL untuk bertemu KSAL untuk mengonfirmasikan penyerahan kendaraan tersebut. Setelah bertemu KSAL, delegasi akan menuju Mako Korp Marinir untuk bertemu Dankomar dan selanjutnya menuju Markas Komando Lantamal III untuk penyerahan kendaraan tempur ini.

Berikut karakteristik tank 5VT7 A1:
- Berat siap tempur 22,8 ton
- Panjang 7,94 meter
- Lebar 3,27 meter
- Tinggi 3,326 meter
- Daya angkut: 3 kru dan 21 personel 36 kargo
- Mesin: detroit diesel.8V-53T (5VT-7) 400 PK, cummins VT-400-903 (LVT-7 a1) 525 PK 
- Kecepatan di darat: 64-72 km/jam,
- Kecepatan di laut: 9-13/jam
- Kendaraan tempur buatan AS dipakai pertama kali tahun 1972
- Perbaikan dan peningkatan tahun 1982 dan 1984

Di Korea Selatan kendaraan tempur jenis ini jumlahnya lebih dari 162 unit dan pernah digunakan dalam perang Teluk I dan perang teluk II.

• VIVAnews
Rating
Komentar
djoni
07/12/2009
Lebih tua lebih antik...nanti bikin club "Tank Antik Indonesia" terus konvoi dah bareng Mobil antik jangan lupa Baksos nya..
Balas   • Laporkan
vandai
07/12/2009
coba di reverse engineering.. bikin sendiri tank nya. kemaren pesawat tempur aja bisa, tank juga seharusnya bisa dong.. jadi bisa duplikat yang banyak. gempur tuh malaysia..
Balas   • Laporkan
proletarian
07/12/2009
ya,, ya,,, kita memang spesialis yang bekas-bekas.. untung az bukan heli ato pesawat tempur,, bisa2 jatuh seperti yang udah-udah.. tapi bukannya lebih baik jual az ke rongsok besi tua, lumayan buat nambah2 mbayarin utang negara..
Balas   • Laporkan
sigit widya
07/12/2009
kalo bisa, tank-nya yang banyak, donk. lumayan, bisa untuk penginapan di puncak, mengadopsi terobosan Taman Safari Indonesia yang menggunakan karavan.
Balas   • Laporkan
kerberos
07/12/2009
gak ada yang lebih tuir lagi tank nya?:p jangan sampe tentara kita tewas lagi waktu operasikannya
Balas   • Laporkan
Farkhan
07/12/2009
Koreksi.Sebenarnya Ranpur tersebut bukan tank, namun kendaraan angkut personel amphipi beroda rantai.
Balas   • Laporkan
vika
07/12/2009
bongkar satu... pelajari... dan buat sendiri dengan tambahan modifikasi yang lebih baik... jangan lupa buat yang banyak...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ