VIVAnews - Pemerintah Korea Selatan pagi ini menghibahkan 10 tank amphibi kepada Marinir Indonesia. Tank buatan tahun 1972 ini dibawa dengan kapal perang Korsel ROK.DOKDO.
Kapal tersebut Senin 7 Desember 2009 bersandar pukul 08.00 WIB di Pelabuhan Dermaga Jakrta ITC II, Tanjung Priok. Kendaraan tempur buatan Amerika Serikat yang dihibahkan ini bertipe 5VT7-A1. Selain tank, Korsel juga menghibahkan sejumlah suku cadang.
Delegasi Korsel, RADN Choi Seung- Kil dan Captain Navi Shih Jung Ho akan mewakili negaranya menghibahkan dan menyerahan ampihi tersebut kepada Indonesia. Hibah ini dipastikan sudah mendapat persetujuan dari Amerika Serikat.
Delegasi Korsel disambut Komandan Korp Marinir Mayjen TNI Marinir Alfan Baharudin, Kepala Staf Korp Marinir Brigjen TNI Marinir Ikin Sodikin, Komandan Lantamal III Lakmana TNI Jhoni E Awuy, Komando Lintas Laut Militer Laksamana TNI RM Harahap, Komandan Pasukan Marinir II Jakarta Brigjen Marinir Very Kunto dan Walikota Jakarta Utara Efendi Anas.
Rencananya setelah bertemu walikota Jakarta Utara, delegasi akan menuju Mabes AL untuk bertemu KSAL untuk mengonfirmasikan penyerahan kendaraan tersebut. Setelah bertemu KSAL, delegasi akan menuju Mako Korp Marinir untuk bertemu Dankomar dan selanjutnya menuju Markas Komando Lantamal III untuk penyerahan kendaraan tempur ini.
Berikut karakteristik tank 5VT7 A1:
- Berat siap tempur 22,8 ton
- Panjang 7,94 meter
- Lebar 3,27 meter
- Tinggi 3,326 meter
- Daya angkut: 3 kru dan 21 personel 36 kargo
- Mesin: detroit diesel.8V-53T (5VT-7) 400 PK, cummins VT-400-903 (LVT-7 a1) 525 PK
- Kecepatan di darat: 64-72 km/jam,
- Kecepatan di laut: 9-13/jam
- Kendaraan tempur buatan AS dipakai pertama kali tahun 1972
- Perbaikan dan peningkatan tahun 1982 dan 1984
Di Korea Selatan kendaraan tempur jenis ini jumlahnya lebih dari 162 unit dan pernah digunakan dalam perang Teluk I dan perang teluk II.