Nasional
Pemutaran di Teater Utan Kayu

Secara Teknis, Film Balibo Sangat Bagus

Beberapa unsur teknis digarap dengan baik seperti perpindahan flashback.

Kamis, 3 Desember 2009, 22:30 WIB
Arinto Tri Wibowo, Nur Farida Ahniar
Adegan wartawan Australia di film Balibo (Balibo.com.au)

VIVAnews - Meski Lembaga Sensor Film (LSF) melarang pemutarannya, kalangan penikmat film menilai 'Balibo Five' bagus dari sisi teknis. 

"Dari sisi teknis sangat bagus, karena sutradara pintar menggambarkan flashback dari peristiwa masa lalu," kata Andi Bachtiar Yusuf, sutradara film Romeo and Juliet kepada VIVAnews usai menonton film 'Balibo Five' di Teater Utan Kayu, Jakarta, Kamis 3 Desember 2009.

Menurut Andi, dirinya sangat menyukai film Balibo tersebut. Beberapa unsur teknis digarap dengan baik seperti perpindahan flashback yang digambarkan dengan perbedaan warna.

Apalagi, dia melanjutkan, kameramen lebih banyak bergerak dengan meminimalisasi penggunaan kamera.

"Saya paling suka saat Indonesia melakukan invasi. Meski tidak banyak menggunakan kamera, gambarnya perfect banget," kata dia.

Namun, bagi masyarakat yang kurang terbiasa menonton film, penggarapan Balibo bisa dianggap kurang runut.

Andi juga memuji sudut pandang yang ditampilkan kameramen saat pengambilan gambar dengan kamera yang bergerak.

"Cara pengambilan gambarnya memang seperti film dokumenter pada umumnya," tuturnya.

Ketika diminta menilai film Balibo dari skala 1 hingga 5, Andi memberikan nilai empat.

Bahkan, dirinya kesulitan memberikan kritik pada film Balibo tersebut. Meski demikian, dia menilai pemberian info latar belakang untuk masing-masing karakter masih kurang.

arinto.wibowo@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ