Nasional
EKSKLUSIF

"Balibo" Bisa Ciderai Hubungan RI-Timor Leste

Masyarakat tak perlu lagi mempersoalkan apa yang sudah terjadi diangkat lagi ke permukaan.

Kamis, 3 Desember 2009, 09:58 WIB
Amril Amarullah, Gestina Rachmawati
  (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews -- Film kontroversial 'Balibo Five' karya sutradara, Robert Connolly dikhawatirkan dapat memunculkan persoalan baru antara pemerintah Indonesia dan Timor Leste.

Menurut Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik, film ini bagus dan penuh artistik, tapi sangat rawan dan akan mencederai hubungan kedua negara.

"Film ini bisa memicu persoalan baru kemasa lalu, yang sebetulnya sudah tidak dipersoalkan lagi antara kedua negara," kata Menbudpar Jero Wacik, ditemui VIVAnews usai menonton Balibo Five di gedung LSF, Jakarta, Rabu 2 Desember 2009.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu lagi mempersoalkan apa yang sudah terjadi diangkat lagi ke permukaan. Karena, dikhawatirkan akan memunculkan akan mencederai hubungan yang sudah terjalin baik akan rusak.

"Jangan sampai mencederai hubungan kedua negara, karena itulah film ini sangat tidak pas ditayangkan di Indonesia," tuturnya.

Dia melihat LSF sudah menjalankan tugasnya dengan baik, sehingga dapat mengamankan Indonesia dari segala penjuru, jangan sampai film Balibo merusak moral.

'Balibo Five' menceritakan pembunuhan lima wartawan Australia di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada 1975.

Film tersebut dirilis di Australia awal tahun ini, hanya seminggu sebelum Kepolisian Australia (AFP) mengumumkan akan membuka kembali kasus kasus dugaan kejahatan perang tersebut pada 20 Agustus 2009.

Menurut Australia, Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters diduga dieksekusi oleh pasukan khusus TNI pada Oktober 1975. Tujuannya,agar mereka tak menyiarkan secara detil invasi Indonesia atas Timor Timur.

Sebaliknya, bagi Indonesia kasus Balibo telah selesai. Pemerintah jauh-jauh hari telah menyatakan tak ada pembunuhan,  kelima wartawan tersebut tewas dalam baku tembak antara TNI dan tentara pro kemerdekaan Timor Timur. Kasus Balibo, bagi Indonesia, telah ditutup.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Mario Ximenes
09/08/2010
Saya kira ini merupakan suatu pelajaran yang sangat berharga bagi kedua pemerintahaan ke depan. bagi siapa saja yang menjadi pemimpin kedua Negara. masa lalu tidak menjadikan kendala dalam menjalin hubungan yang lebih erat di masa kini dan masa yang akan
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ