Nasional
Kasus Bank Century

KPU: Bendera Numpang Popularitas

"Saya undang Bendera ke KPU, bawa datanya, buktikan bahwa kita menerima uang Rp 200 M."

Kamis, 3 Desember 2009, 07:24 WIB
Elin Yunita Kristanti
Anggota KPU I Gusti Putu Artha (Antara/ Rosa Panggabean)

VIVAnews - Organisasi Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera) yang dikenal dengan aksi sweeping warga Malaysia, tiba-tiba mengeluarkan data mengejutkan soal aliran Bank Century sebesar Rp 1,8 triliun.

Salah satu yang disebut-sebut menerima adalah Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut Bendera, KPU menerima Rp 200 miliar. Namun, KPU belum berencana melaporkan Bendera ke polisi, seperti yang dilakukan para tertuduh lainnya.

"Bagi kami itu sudah seperti sarapan pagi, saya, Pak Ketua [Abdul Hafiz Anshary] sering dituduh menerima uang," kata Anggota KPU I Gusti Putu Artha dalam perbincangan di tvOne, Kamis 3 Desember 2009.

Meski demikian, Putu mengaku tuduhan Bendera membuat KPU meradang. "Bendera penumpang gelap dalam kasus ini, numpang popularitas hingga menghancurkan  kredibilitas sebuah lembaga," kata Putu.

Kata Putu, boleh-boleh saja Bendera mengaku punya data, tapi caranya jangan menghancurkan kredibilitas lembaga atau individu.

"Saya undang Bendera ke KPU, bawa datanya, buktikan bahwa kita menerima uang Rp 200 MILIAR, buktikan siapa menerima berapa," tambah Putu.

Sementara, aktivis Bendera, Ferdi Semaun mengatakan masyarakat jangan apriori menyatakan data-datanya fitnah.

"Mudah-mudahan kalau kemudian ternyata data yang kami sampaikan salah, boleh dibilang fitnah," kata dia.

Dalam konferensi pers, Senin 30 November 2009, LSM Bendera menyebutkan total dana Century yang diterima para pejabat dan lembaga  mencapai Rp 1,8 triliun.

Menurut aktivis Bendera, Ferdi Semaun, nama-nama penerima itu adalah KPU sebesar Rp 200 miliar, LSI sebesar Rp 50 miliar, FOX Indonesia sebesar Rp 200 miliar, Partai Demokrat sebesar Rp 700 miliar.

Juga Edhie Baskoro Yudhoyono sebanyak Rp 500 miliar, Hatta Radjasa sebanyak Rp 10 miliar, mantan Panglima TNI Djoko Suyanto Rp 10 miliar, mantan Jubir Presiden Andi Malarangeng Rp 10 miliar, Rizal Malarangeng Rp 10 miliar, Choel Malarangeng Rp 10 miliar, dan Pengusaha Hartati Murdaya Rp 100 miliar.

• VIVAnews
Rating
Komentar
antho
03/12/2009
“Sesungguhnya menjelang hari Kiamat terdapat tahun-tahun yang menipu, orang yang berkhianat diberi amanat, orang yang terpercaya dianggap khianat, orang yang berdusta dipercaya, orang yang jujur didustakan, dan ruwaibidhah akan berbicara.” Para sahabat be
Balas   • Laporkan
antho
03/12/2009
"Hendaklah kalian selalu melakukan kebenaran, karena kebenaran akan menuntun kepada kebaikan, dan kebaikan itu menuntun ke Surga. Jika seseorang selalu berbuat benar dan bersungguh-sungguh dengan kebenaran, dia akan ditulis di sisi Allãh sebagai orang yan
Balas   • Laporkan
setyowati
03/12/2009
orang-orang dari BENDERA itu lebih pantas jadi tukang jual obat saja sepertinya mereka sengaja inigin menghancurkan negara ini
Balas   • Laporkan
Pemerhati
03/12/2009
Mimpi kalee kalau sampai di Pengadilan..mereka masih bisa gagah koar-koar nyebar berita tanpa fakta karena masih melihat ada pendukungnya.Apalagi sengaja diberi panggung media bak super hero...Ntar jua kalau "diasingkan" di sel Polda berteman bromocorah l
Balas   • Laporkan
Johan Hardiman
03/12/2009
Halo, sobatku Ferdi Semaun kamu sekarang hebat dan keberanian kamu masih seperti dulu, Ingat dulu kita sering dagang narkoba, merampok, menipu, dan yang paling aku suka kita bermain cinta dengan ibu kandung kamu. Bravo, Saudaraku.
Balas   • Laporkan
busak
03/12/2009
moga moga bangsa ini bisa jadi baik
Balas   • Laporkan
bejo
03/12/2009
memang diindonesia banyak orang yg caro popularitas saja !!! mana yg populer itu yg jadi panutan . sama denagn sistem demkrasi mana yg banyak itu yg menang , tanpa menimbang apakah yg banyak itu baik atau buruk . makanya demokrasi tidak aklan membawa baik
Balas   • Laporkan
indonesia bersatu
03/12/2009
begini saja semua dibawa ke pengadilan biar tahu siapa srigala siapa domba. Biar mampus baik yg menerima ato yg fitnah...penjara seumur hidup hahahaha
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atau