Nasional
Skandal Bank Century

PPATK: Bendera Mencatut

"Kami tidak memiliki data-data itu. Jadi kami tidak membocorkan apapun," kata Kepala PPATK

Rabu, 2 Desember 2009, 18:34 WIB
Arfi Bambani Amri, Anggi Kusumadewi
Ketua PPATK Yunus Husein (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Data aliran dana Bank Century kepada sejumlah pihak di lingkaran satu istana yang dilansir oleh kelompok Benteng Demokrasi Rakyat (Bendera), menggegerkan berbagai kalangan. Pihak-pihak yang disebut dalam data itu pun bergiliran mendatangi Polda Metro Jaya untuk mengadukan Bendera atas tuduhan pencemaran nama baik. Bendera sempat diisukan menerima informasi data aliran dana tersebut langsung dari PPATK.

Namun PPATK telah membantah hal tersebut. "Itu pencatutan. Kami tidak memiliki data-data itu. Jadi kami tidak membocorkan apapun," kata Kepala PPATK, Yunus Hussein, dalam rapat dengan Komisi III DPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu 2 Desember 2009.

Yunus kembali menegaskan, sampai hari ini, PPATK tidak pernah menerima data-data terkait aliran dana Bank Century kepada pihak-pihak yang disebut oleh Bendera tersebut. Namun PPATK tidak mau ambil pusing dengan data Bendera itu, dan tidak hendak menanggapinya lebih jauh. "Kami sudah lakukan klarifikasi soal itu. Yang pasti kami tidak memiliki informasi tersebut. Itu pencatutan, cukup," ujar Yunus.

Bambang Soesatyo, anggota Komisi III dari Fraksi Golkar, lantas mengklarifikasi soal pencatutan nama institusi PPATK oleh Bendera itu. "Bendera tidak pernah menyebut bahwa sumber informasinya berasal dari PPATK," kata Bambang. Ia berharap agar tidak ada kesalahpahaman terkait hal ini. Bambang pun meminta agar PPATK fokus saja pada optimalisasi pengungkapan kasus Century.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Pemerhati
03/12/2009
Ah..Laporan Bendera ini kan persis olok-olok taruhan zaman SMA gua. Ada 2 temen (A dan B) taruhan kalau si A bisa buat guru X mau nunjukin, maaf, celana dalamnya menang taruhan 10ribu. Lalu si A di depan kelas bilang pak guru pasti pake celana dalam bolon
Balas   • Laporkan
lasno alhajjam
02/12/2009
Pak Yunus kok sewot. secara logika kalau tak punya data-informasi yang di rilis Bendera, ngapai merasa dicatut. Malu dong sama anggota DPR-RI. ibarat kata; ketika di dalam Bis ada yang bilang "YANG KENTUT BELUM BAYAR ONGKOS - EEH TIBA2 ADA YANG NGOMONG;
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ