VIVAnews - Indonesia kembali mengulang sejarah pelarangan pemutaran film buatan luar negeri.
Kali ini, pemutaran perdana Film kontroversial 'Balibo Five' karya sutradara, Robert Connolly, batal karena tak mendapat isin Lembaga Sensor Film (LSF).
'Balibo Five' menceritakan pembunuhan lima wartawan Australia di Timor Timur (sekarang Timor Leste) pada 1975.
Film tersebut dirilis di Australia awal tahun ini, hanya seminggu sebelum Kepolisian Australia (AFP) mengumumkan akan membuka kembali kasus kasus dugaan kejahatan perang tersebut pada 20 Agustus 2009.
Menurut Australia, Gary Cunningham, Malcolm Rennie, Greg Shackleton, Tony Stewart, dan Brian Peters diduga dieksekusi oleh pasukan khusus TNI pada Oktober 1975. Tujuannya,agar mereka tak menyiarkan secara detil invasi Indonesia atas Timor Timur.
Sebaliknya, bagi Indonesia kasus Balibo telah selesai. Pemerintah jauh-jauh hari telah menyatakan tak ada pembunuhan, kelima wartawan tersebut tewas dalam baku tembak antara TNI dan tentara pro kemerdekaan Timor Timur. Kasus Balibo, bagi Indonesia, telah ditutup.
Penasaran dengan Film 'Balibo Five', ini cuplikannya"
biarkan orng yg tahu detail ini yg memutuskan
percayakn kpd yg ahli
dan semoga yg di beri kepercayyaan oleh tuhan untuk memimpin bangsa yg kita cintai ini adalh org yg ahli,tepat,n amanah
agar jalalnnya sellau berpihak pd kbnran
silakan putra-putri banag
Saya belum menonton filmnya, tapi pasti akan saya tonton. masalahnya apabila film tersebut hanya akan mengaburkan sejarah kejadian yang sebenarnya,,,itu akan berbahaya untuk generasi yg akan datang.....mengaburkan sejarah ini adalah kebiasaan-kebiasaan ya
Saya belum menonton filmnya, tapi pasti akan saya tonton. masalahnya apabila film tersebut hanya akan mengaburkan sejarah kejadian yang sebenarnya,,,itu akan berbahaya untuk generasi yg akan datang.....mengaburkan sejarah ini adalah kebiasaan-kebiasaan ya
Sebaiknya Film Balibo tidak dilarang agar dapat menjadi pelajaran bagi ABRI dan Wartawan Indonesia. Jika film tersebut di larang akan timbul pertanyaan dari luar ada apa dengan Indonesia terhadap Timor Timur pada masa itu. Sebaiknya pelarangan Film terseb
setuju bung andi, buat dong film2 keganasana Israel terhadap rakyat Palestina. Biar dunia tahu siapa itu sebenarnya bangsa Israel. ini hanya 5 orang WNA diungkit2, tapi 100jt atau 1 triliun rakyat Palestina dibantai oleh Israel kgak ada film atau negara m
Betul, bang Nino setuju, kenapa ya untuk peristiwa orang2 Barat bila terjadi pembunuhan di usut-usut sampai tuntas. Tetapi jika Peristiwa Israel vs Palestina, kgak ada tuch film2 keganasan Israel terhadap rakyat Palestina, PBB aja diam seribu basa seakan
@windya @Sunyoto : Kenapa harus takut? Karena film bisa merubah pandangan seseorang. Sangat mungkin orang yang menonton film tersebut jadi percaya bahwa wartawan tersebut di bunuh oleh TNI, padahal TNI tidak melakukannya. Kan yang rugi negara kita sendiri
5 wartawan asing selalu diungkit2, jutaan warga irak, afganistan, palestina mereka juga selalu tutup2i, mereka juga tidak merasa bersalah mengenai kejahatan perang pemerintah mereka lakukan itu di irak, palestina, afganistan