Nasional

Larangan 'Balibo Five' Tak Akan Digugat

Film produksi Australia itu dilarang beredar di Indonesia oleh Lembaga Sensor Film.

Rabu, 2 Desember 2009, 10:42 WIB
Pipiet Tri Noorastuti
Adegan film Balibo (Balibo.com.au)

VIVAnews - Film 'Balibo Five' gagal tayang dalam perhelatan Jakarta International Film Festival. Film produksi Australia itu dilarang beredar di Indonesia oleh Lembaga Sensor Film.

Manager Jiffest, Nauval Yazid, mengatakan, penayangan film 'Balibo Five' pada 6 dan 10 Desember 2009 telah dibatalkan. "LSF meminta kami untuk tak menayangkan film itu," katanya dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu, 2 Desember 2009.

Panitia Jiffest menerima informasi itu secara verbal dari LSF. Mereka pun telah menyatakan menerima keputusan itu. Sebab, seluruh film yang tampil di Jiffest harus mendapat persetujuan LSF. "Meski kecewa, kami tak akan melanggar hukum, kami menerima dan tak akan menuntut," ujarnya.

Sebelum tayang di Jiffest, 'Balibo Five' sedianya tampil perdana dalam acara kalangan terbatas yang diselenggarakan The Jakarta Foreign Correspondents Club di sebuah teater di Jakarta. Namun, batal setelah LSF mengumumkan larangan penayangan film itu, sekitar satu jam sebelum acara.

Film besutan Rob Conolly, itu diangkat dari kisah terbunuhnya lima wartawan asing di Balibo, wilayah perbatasan di Timor Leste pada tahun 1975.

Lima wartawan asal Australia, Selandia Baru, dan Inggris itu adalah Greg Shackleton, Brian Peters, Malcolm Rennie, Gary Cunningham, dan Tony Steward. Kelimanya tewas saat tengah meliput masuknya tentara Indonesia ke Timor Leste, yang kala itu masih bernama Timor Timur.

Pemerintah Indonesia mengatakan, kelimanya tewas karena terjebak di medan peperangan. Namun, pengadilan koroner di negara bagian Australia, New South Wales, mengatakan, berdasarkan investigasi menunjukkan, kelima wartawan tersebut dibunuh oleh tentara Indonesia. 



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
putri
02/12/2009
setuju tidak ditayangkan. dalam keadaan perang mana ada yang aman dan ingat indonesia tidak pernah menjajajh tim tim dan dalam keadaan perang wajar ada yang tertembak kalo g mau ketembak g usah liput dareah perang. di aceh aja ada juga wartawan indonesia
Balas   • Laporkan
saptoto
02/12/2009
sangat setuju..dgntidak di tayangkan di indonesia.. sangat2 mendiskriditkan indonesia..(TNI) i love TNI
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ