Nasional
Aliran Dana Century

Istana Minta PPATK Klarifikasi Data Bendera

Bendera menyebut total dana Century yang diterima para pejabat mencapai 1,8 triliun.

Selasa, 1 Desember 2009, 10:06 WIB
Arry Anggadha
Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha (Antara/ Widodo S Jusuf)

VIVAnews - Sejumlah tim sukses Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut menerima aliran dana dari bank Century. Istana pun meminta agar Pusat Pelaporan dan Analisa Transaksi Keuangan angkat bicara mengenai data tersebut.

"Seharusnya PPATK segera mengklarifikasi data tersebut, karena mereka (Bendera) menyatakan data tersebut berasal dari PPATK," kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha, saat dihubungi di Jakarta, Selasa 1 Desember 2009.

Pada Senin 30 November 2009, Bendera menyebut total dana Century yang diterima para pejabat mencapai 1,8 triliun.

Kata aktivis Bendera, Ferdi Semaun, diduga nama-nama penerima adalah KPU menerima dana Rp 200 miliar, LSI Rp 50 miliar, FOX Rp 200 miliar, Partai Demokrat Rp 700 miliar, Edhie Baskoro Yudhoyono Rp 500 miliar, Hatta Radjasa Rp 10 miliar, Mantan Panglima TNI, Djoko Suyanto Rp 10 miliar, mantan Jubir Presiden Andi Malarangeng Rp 10 miliar, Rizal Malarangeng Rp 10 miliar, Choel Malarangeng Rp 10 miliar, dan Pengusaha Hartati Murdaya Rp 100 miliar.

Menurut Julian, Bendera harus segera mungkin mengklarifikasi data tersebut. "Kalau tidak segera bakal kita perkarakan juga," ujarnya.

Sementara itu, Trio Mallarangeng yang terdiri dari Andi Mallarangeng, Rizal Mallarangeng, dan Choel Mallarangeng pagi ini, Selasa 1 Desember 2009, berniat mendatangi Polda Metro Jaya. Mereka akan mengadukan Bendera atas dugaan pencemaran nama baik.

• VIVAnews
Rating
Komentar
dwi - ki
01/12/2009
Kok enak ya nyebut si A terima sekian miliar, si B sekian miliar. Itu uang atau apa sih. Harusnya diberikan penjelasan. Kalau yang terjadi seperti itu, tanpa data yang valid, menurut saya itu menjatuhkan orang-orang yang disebut. Drajad Wibowo aja cuma in
Balas   • Laporkan
dwi - ki
01/12/2009
Kok enak ya nyebut si A terima sekian miliar, si B sekian miliar. Itu uang atau apa sih. Harusnya diberikan penjelasan. Kalau yang terjadi seperti itu, tanpa data yang valid, menurut saya itu menjatuhkan orang-orang yang disebut. Drajad Wibowo aja cuma in
Balas   • Laporkan
bule
01/12/2009
Kasihan bangsa ini kalau sistem demokrasinya dirusak dengan budaya fitnah yang tidak bertanggung jawab. Kebenaran dan keadilan perlu ditegakkan.
Balas   • Laporkan
dyon
01/12/2009
Ternyata orang yang sok tahu biangnya fitnah......orang yang begini ini jauh lebih berbahaya daripada koruptor kelas kakap sekalipun.
Balas   • Laporkan
iendonesia
01/12/2009
Politik Fitnah sudah tidak menarik lagi... Buktikan didepan hukum dan PDIP harus belajar politik yang santun dan membangun...
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ