Nasional
Polemik Ujian Nasional

Wali Murid Apresiasi Penghapusan UN

Kegembiraan Wali Murid tampak terlihat saat SMA PGRI 1 Subang menggelar sosialsisai UN.

Minggu, 29 November 2009, 07:15 WIB
Eko Priliawito
Siswa SLB Santi Rama mengikuti Ujian Nasional (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Putusan Mahkamah Agung (MA), yang dibacakan majelis kasasi mengenai penghapusan Ujian Nasional (UN) mendapat apresiasi positif dari wali murid di Subang, Jawa Barat.

Kegembiraan Wali Murid tampak terlihat saat SMA PGRI 1 Subang menggelar sosialsisai UN kepada wali murid.

“Salah satunya, kami menyampaikan putusan MA itu, dan saat kami menyampaikan itu (putusan MA), mereka nampak bertepuk tangan gembira,” ujar Kepala Sekolah SMA PGRI 1, Asef Kahlan Husen, kepada VIVAnews, Sabtu, 28 November 2009.

Kendati demikian, Asef menanggapi dingin keputusan MA terkait pelarangan UN yang mengundang Pro-Kontra dari berbagai kalangan masyarakat.

“Ketika UN itu dijadikan sebagai media untuk meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, saya sangat setuju,” jelasnya.

Menurut Asef, tetap ada masalah bila UN menjadi satu-satunya syarat kelulusan.

"Mestinya, tingkat pusat hanya menyantumkan daftar nilai ujian semata, adapun keputusan menjadi wewenang Sekolah,’ tegasnya.

Senada dengan Asef, Wakil Manajemen Mutu, SMUN I Subang, Supendi memaparkan, kalaupun UN tetap diberlakukan, pihanya mengaharapkan bukan menjadi penentu kelulusan.

Menurutnya lagi, bila PK yang diajukan pemerintah itu dikabulkan, tentu banyak sekolah yang berharap, UN bukan satu-satunya penentu kelulusan anak didik.

"Karena sekolah lebih tahu, bagaimana siswa-siswinya. Dari berbagai kasus, terbukti mereka yang tidak lulus itu, bukan berarti mereka bodoh,” tegasnya.

Kendati MA telah memutuskan pelarangan UN, baik Asef maupun Supendi, menegaskan, tidak berpengaruh terhadap kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di lingkungan sekolahnya.

“Kita tetap melakukan pengayaan (jam tambahan) sebagai persiapan Ujian Akhir. Dan ini sebagai langkah-langkah sekolah untuk meningkatkan mutu anak didik, terlepas dari adanya UN atau tida ada, ” pungkasnya.

Laporan: Inin Nastain|Subang



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
hasto tyas harjadi
29/11/2009
Saya sangat setuju jika UN tetap di adakan tetapi sekedar untuk pengendali mutu, bukan sebagai penentu kelulusan.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ