VIVAnews - Ujian Nasional (UN) sepertinya memang menjadi suatu bagian yang sulit untuk ditiadakan dari proses program ajar mengajar di Indonesia. UN diharapkan masih menjadi bagian nilai terpenting yang diperlukan untuk membuat kualitas pendidikan Indonesia lebih baik.
Kepala Humas Komunikasi dan Informasi Departemen Pendidikan Nasional M Muhadjir menuturkan, UN menjadi suatu alat untuk mengetahui mutu pendidikan di suatu tempat.
Tak hanya di Indonesia, tapi semua negara yang ada di dunia ini juga menggelar ujian serua untuk menstandarisasi peserta didik. Tidak perduli asal peserta didik dari negara manapun, selama ia berada di negara bersangkutan, UN tetap ada.
"Saya empat tahun menjadi atase pendidikan di Belanda mulai 2003-2007, mereka juga menyelenggarakan Ujian Nasional," kata Muhadjir kepada VIVAnews, Kamis, 26 November 2009.
Sama halnya seperti di Indonesia, UN dimaksudkan untuk melihat distribusi pendidikan secara merata diseluruh wilayah. Terlebih, dengan luas wilayah Indonesia yang luas, tidak keseragaman pendidikan pasti ditemukan di mana-mana.
Melalui UN yang diterapkan, pihak stakeholder baik itu Perguruan Tinggi, Perusahan Swasta atau instansi pemerintah akan bisa mengetahui kualitas pendidikan di suatu tempat.
Muhadjir memberi contoh pentingnya penyelenggaran UN ini, misalnya ketika seorang peserta didik akan memasuki jenjang pendidikan yang lebih tinggi atau ketika akan melamar kerja.
"Misal ketika siswa A dari sekolah X mendapat nilai 5, satu siswa lagi si B dari sekolah Y mendapat nilai 7, kalau tidak ada UN, bisa saja ketika mereka diuji di perusahaan Z, yang lulus adalah siswa A. Kenapa, karena tanpa UN penilaian dari seorang guru itu sangat relatif," ujar Muhadjir.
Apalagi mengingat dalam proses belajar mengajar ada juga guru-guru yang memberikan nilai secara subjektif, ada istilah 'obral nilai'. Melihat hal inilah, UN masih penting untuk tetap diadakan. antique.putra@vivanews.com
Contoh yang diberikan muhajidr sungguh tidak masuk akal. yang diterima kerja bukan hanya dilihat dari NILAI SMA ttp dari MORAL dan ETIKETnya. LULUSAN SMA memangnya bisa KERJA APA?
lihat kenyataannya saja lah
"Saya empat tahun menjadi atase pendidikan di Belanda mulai 2003-2007, mereka juga UN."
mengutip pernyataan di atas, sama saja membandingkan sesuatu yg tdk pada tempatnya. Para pengambil kebikakan mengenai UN ini sudah mulai Gerah, Ada apa ya?????????
Kalau UN ditiadakan banyak proyek ga jalan di jalan di diknas, entah pusat atau di daerah, emangnya para pejabat yang ada sekarang dulu waktu sekolah ikut UN?
UN memang penting buat standarisasi. tapi UN tidak boleh dijadikan syarat utama kelulusan siswa karena mutu pendidikan di setiap daerah berbeda. Menjadikan UN sebagai syarat kelulusan sama saja dengan menyuruh seseorang membuat cappucino walaupun sebenarn
Maaf pak Agus,saya baca UN untuk "melihat" kualitas pendidikan tapi yang kita perlukan bukan hanya pandangan,tapi juga tindakan...
Saya pernah melihat tayangan televisi katanya setiap tahun 100% tidak lulus UN,lalu mana tindakannya?
Untuk komentar Bapak
BENAR SEKALI UN tetap penting, tapi pastikan YANG JUJUR !! Kalau memang jujur, pasti perguruan tinggi (negeri) sudah memakai UN untuk seleksi masuk. Banyak indikasi kecurangan:
1. Semakin jauh sekolah dari pusat pemerintahan, semakin tinggi nilai UN. 2.
Ujian Nasional sangat perlu diadakan, karena sejauh ini banyak sekolah ketika diberi kewenangan untuk menilai dan meluluskan siswanya, mereka berpedoman pada publik yang menilai sekolah yang berhasil adalah yang meluluskan 100% siswanya. al hasil siswa ya
Ujian Nasional memang perlu dan harus tetap diselenggarakan bukan saja untuk menilai prestasi siswa tetapi juga prestasi sekolah dan guru. Sekolah yang banyak meluluskan siswanya akan menjadi sekolah unggulan. Peran orang tua adalah meningkatkan kualitas
ujian nasional ditiadakan berarti 100x mundurnya pendidikan nasional indonesia! dengan unas, maka sekolah daerah pinggiran atau kurang fasilitas akan dipacu/terpacu supaya meningkat diri...ingat yang diambil untuk kelulusan adalah batas nilai minimal...bu