VIVAnews - Tugas berat berdiri di hadapan Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri Komisaris Jenderal Ito Sumardi Djuni Sanyoto. Ada satu pekerjaan rumah bagi mantan Koordinator Staf Ahli Kapolri itu yang juga ditunggu-tunggu publik.
"Yang paling penting evaluasi Bareskrim. Harus bisa menghadapi markus dan membersihkan markus," kata penasehat ahli Kapolri, Bachtiar Aly dalam perbincangan dengan VIVAnews, Rabu 25 November 2009.
Pemberantasan markus alias makelar kasus merupakan salah satu rekomendasi yang dikeluarkan Tim 8 kasus Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah. Bahkan, pengusutan kasus Anggodo Widjojo bisa menjadi pintu masuk pemberantasan markus) di berbagai lembaga negara.
"Beliau (Ito) harus bisa mengimbangi kinerja Kapolri. Seperti misalnya saat Kapolri menemui keluarga Nurcholish Madjid," ujar guru besar Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia ini.
Maka itu, Bachtiar mengaku sangat yakin bahwa Ito Sumardi dapat melanjutkan 'perjuangan' Bareskrim. Catatan penting bagi Ito dari Bachtiar adalah komunikasi kepada publik dan media.
"Pak Ito harus ramah dengan media, siap menerima kritik, berbenah diri dan tetap memperhatikan etika profesi," jelas Bachtiar.
ismoko.widjaya@vivanews.com