VIVAnews - Departemen Perhubungan melansir korban Kapal Dumai Express 10 yang selamat sampai hari ini mencapai 255 orang dan meninggal 29 orang.
"Baik korban selamat dan jenazah dievakuasi ke daerah masing-masing," kata Direktur Jenderal Perhubungan Laut Sunaryo di Gedung Departemen Perhubungan Jakarta, Selasa, 24 November 2009.
Di antaranya, kata dia, ke Batam 103 orang selamat dan lima jenazah. Sedang yang dipulangkan ke Dumai ada 14 jenazah dan 109 penumpang selamat. "Tadi sudah dipulangkan ke Dumai sekitar pukul 15.15 WIB," tutur Sunaryo.
Sunaryo mengakui, ada juga yang menjadi korban meninggal di dalam kapal tersebut adalah pemilik kapal PT Pelayaran Nasional Lestari Indomabahari. "Tapi, jenazahnya sudah dievakuasi pada 23 November 2009, dengan menggunakan kapalnya sendiri," ujarnya.
Saat ini, dia menambahkan, kondisi ombak di tempat kejadian masih cukup tinggi, yakni sekitar dua sampai tiga meter. Sebab itu, tidak ingin beresiko, kapal-kapal Kantor Penjaga Laut dan Pantai (KPLP) Trisula (kapal evakuasi) yang membawa penumpang dan jenazah kembali ke daerah masing-masing.
"Kita pantau terus kapal KPLP setiap 30 menit. Kapal itu juga saya perintahkan untuk berjalan menyusuri pantai, karena cuaca yang masih buruk. Kalau langsung melewati laut terbuka, dikhawatirkan akan celaka lagi," kata Sunaryo.
Saat ini, KPLP untuk kapal evakuasi masih ada empat unit yang melakukan pencarian. Sedangkan kapal-kapal kecil sudah ditarik mundur, mengingat ombak yang masih tinggi.
Sementara itu, Sunaryo mengatakan ada beberapa kasus setelah kejadian kecelakaan tersebut, yaitu banyak orang mengaku keluarga korban, dengan alasan agar mendapat uang santunan. "Untuk itu kami minta, agar petugas di lapangan jeli untuk memantau masalah itu," tuturnya.
antique.putra@vivanews.com