SURABAYA POST -- Langkah Saiful Ilah menuju ajang perebutan kursi Bupati Sidoarjo 2010-2015 mendapat guncangan. Sejak beberapa waktu belakangan ini beredar selebaran gelap bertuliskan “I love you....Full SAHID Saiful Illah-Hidar Assegaf Pemimpin Sidoarjo 2010-2015”.
Menurut keterangan sejumlah saksi, selebaran itu disebar begitu saja ke jalanan di wilayah Sidoarjo Kota oleh pengendara sepeda motor yang berboncengan. Seleberan itu, sudah menyebar ke beberapa titik keramaian seperti Jl Gajah Mada, pertokoan Ramayana, serta sejumlah resto.
“Saya dikasih orang, kemarin (22 November) , saya nggak kenal siapa yang ngasih saya selebaran ini. Saya juga nggak kenal, siapa Hidar Assegaf, yang saya tahu cuma Saiful Ilah,” ungkap Yitno, salah seorang warga di Jl Gajah Mada, Sidoarjo, Senin 23 November.
Secara terpisah, Saiful Ilah mengaku tak tahu menahu soal selebaran tersebut. Wakil Bupati Sidoarjo itu menegaskan bahwa dia memang sudah mendeklarasikan diri untuk maju ke ajang Pilkada Sidoarjo 2010 sebagai calon bupati. Tapi sampai hari ini dia belum mengumumkan siapa pendampingnya.
“Soal wakil bupati, sampai sekarang saya masih menunggu hasil (salat) istikarah para kiyai. Saya nggak pernah bicara dengan Hidar Assegaf (soal bakal calon wakil bupati), saya nggak seberapa kenal dengan dia,” tandas Saiful.
Bantahan dari Saiful itu serta merta menyiratkan oknum yang menyebarkan slebaran gelap itu adalah dari pihak lawan politik Saiful. Dan kalangan “pendapa” adalah lawan politik Saiful yang menjadi sasaran kecurigaan, sebab kalangan “pendapa” yang selama ini diketahui cukup getol melancarkan aksi untuk menggoyang Saiful.
Namun Badrus Zaman, Kordinator Sidoarjo Social Institute Badrus Zaman sekaligus Lakpesdam (Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia) NU Sidoarjo yang dikenal sebagai think tank-nya tim sukses jago “pendapa” juga melontarkan bantahan.
Padahal dia pernah sesumbar akan terus menggoyang Saiful. “Itu bukan (perbuatan) kami, itu (ulah) Hidar sendiri,” tukas Badrus, Senin 23 November tadi pagi.
Dikonfirmasi secara terpisah, Hidar Assegaf malah menuding Badrus sebagai otak dari penyebaran slebaran gelap itu. “Lho, malah yang terlintas dalam benak saya, itu adalah perbuatan Badrus. Tapi saya nggak mau su'udhon,” ujar Ketua DPC PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia) Sidoarjo sekaligus Penasihat APNP (Aliansi Partai Politik Non Parlemen) Sidoarjo itu.
Laporan: Satriyo Eko