Nasional

2011 Defisit Semen Bila Konsumsi di Atas 10%

Saat ini masih surplus. Total konsumsi semen 38,5 juta ton, produksi mencapai 41 juta ton.

Senin, 23 November 2009, 13:39 WIB
Amril Amarullah

SURABAYA POST -- Defisit semen dikhawatirkan terjadi pada 2011 mendatang. Kabid Analisis Dampak Lingkungan (ANDAL) Badan Lingkungan Hidup (BLH) Tuban, Ir Edy Sunarto, mengungkapkan, defisit tersebut timbul karena meningkatnya jumlah permintaan semen pada 2011.

"Banyak infrastruktur yang harus dibangun kembali akibat bencana alam di berbagai daerah. Ini akan meningkatkan kebutuhan semen," kata Edy Sunarto.

Edy Sunarto mencatat, hingga Oktober ini permintaan semen meningkat hampir 5 persen. Akhir 2010 diprediksi kebutuhan semen meningkat tajam. "Jika tidak segera dibangun pabrik semen lagi, defisit semen tidak dapat dihindarkan," tegasnya.

Kepala Divisi Humas PT Semen Gresik, Tbk, Syaifudin Zuhri, tidak menampik prediksi Edy Sunarto. Menurutnya, semen akan mengalami defisit jika konsumsi semen naik di atas 10 persen.

Saat ini total konsumsi semen nasional sebesar 38,5 juta ton, sedang total produksi semen mencapai 41 juta ton.  "Tahun ini masih surplus 2,5 juta ton. Kami berharap 2010 masih bisa surplus," kata Syaifudin, Senin (23/11) pagi tadi.

Syaifudin memprediksi peningkatan konsumsi semen tidak sampai 9 persen pada 2010 mendatang. Namun tidak menutup kemungkinan prosentasenya bertambah melebihi 10 persen.

Menurutnya, defisit semen bisa dihindari jika ekspor dikurangi, atau bila perlu dihentikan. "Kalau industri semen fokus pada pasar dalam negri, insya Allah defisit semen bisa dicegah tanpa harus membangun pabrik baru," katanya.

PT SG sendiri saat ini menguasai market share sebesar 46 persen dari total konsumsi semen nasional. Mendatang, diharapkan SG mampu meningkatkan market share-nya hingga total mencapai 50 persen dari konsumsi semen nasional.

Syaifudin yakin SG mampu mencapai target tersebut, kendati sempat dicemaskan bakal mengalami kendala produksi akibat minimnya cadangan bahan baku. "Bahan baku kita masih cukup, tidak ada masalah," ujarnya.

Terpisah, Deny Nuryandain, Corporate Communication PT Holcim Indonesia, Tbk, produsen semen Holcim, kurang sependapat dengan prediksi defisit semen tersebut.

Menurutnya, industri semen nasional masih mampu melayani kebutuhan konsumsi semen hingga 2015. Produksi PT Holcim sendiri mencapai 8,5 juta ton. Jumlah tersebut akan bertambah menjadi 10,2 juta ton pada 2013.

"Kita usahakan 2013 pabrik Tuban sudah beroperasi. Kapasitas yang kita rencanakan 1,7 juta ton per tahun. Jadi tidak perlu khawatir terjadi defisit semen," sanggahnya.

Laporan Subekti



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ