Mantan Danpuspom Pertanyakan Pengawasan Polri
"Kurangnya pengawasan terhadap Polri, makin terasa sewaktu terpisah dari TNI."
Sabtu, 21 November 2009, 06:01 WIB
Antique, Bayu Galih
(VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis)
VIVAnews - Mantan Komandan Pusat Polisi Militer ABRI (TNI dan Polri) Syamsu Djalal mengkritik pengawasan yang ada di Kepolisian RI. Setelah dipisahnya Polri dari TNI, seolah tidak ada lagi pengawasan terhadap Polri.
Hal itu dikatakan Syamsu dalam jumpa pers di Hotel Nikko, Jakarta, Jumat malam, 20 November 2009. "Dulu sewaktu masa Kamtibmas (Keamanan Tertib Masyarakat) masih ada pengawasan dari Polisi Militer. Masyarakat masih bisa melapor. Tapi sekarang tidak ada lagi," kata dia.
Kurangnya pengawasan terhadap Polri, menurut Syamsu, makin terasa sewaktu terpisah dari TNI. "Mulai sejak Undang-Undang Kepolisian yang baru. Sehingga ada istilah TNI banyak tantangan, Polri banyak tentengan," ujarnya.
Berbagai permasalahan yang melibatkan Polri juga dicontohkan Syamsu sebagai bentuk tidak berjalannya pengawasan terhadap Polri. Misalnya, bisa dilihat dari adanya perseteruan Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), hingga penembakan sopir angkot saat berjudi di Depok.
Syamsu menilai, wajar jika masyarakat cenderung tidak percaya kepada Kepolisian. "Hingga ada yang bilang, yang banyak melakukan kejahatan itu Kepolisian," kata dia.
Saat ini, pengawasan di Polri dilakukan Divisi Profesi dan Pengamanan. Namun, pengawasan Polisi terhadap Polisi itu dianggap dirinya tidak efektif. "Di masyarakat pun ada istilah, masa Jeruk makan Jeruk. Pengawasan ini jelas tidak ada fungsinya," ujar Syamsul.
antique.putra@vivanews.com
• VIVAnews
kaysa
22/11/2009
Pada saat penjajahan masih berada di tanah air tercinta ini, jiwa nasionalisme begitu kuat untuk berjuang walau harus berkorban apapun... sehingga rakyatpun percaya dan mendukung sepenuhnya para pejuang yang ada.. dan akhirnya bangsa ini bisa
kaysa
22/11/2009
Pada saat penjajahan masih berada di tanah air tercinta ini, jiwa nasionalisme begitu kuat untuk berjuang walau harus berkorban apapun... sehingga rakyatpun percaya dan mendukung sepenuhnya para pejuang yang ada.. dan akhirnya bangsa ini bisa terlepas dar
Asep ridwan
21/11/2009
Kalau yang memberikan kritik mantan danpuspom berarti POLRI sudah saatnya di rombak total....
2gno
21/11/2009
rakyat sudah was2 saat polisi pisah dan diberi kewenangan tunggal dalam penyisikan berdasarkan KUHAP. Ternyata kekhawatiran itu terwujud sekarang. dgn kompetensi minim angg polri hrs memerankan sedemikian besar, maka yg muncul yg arogansi ditambah, siapa
vishal
21/11/2009
Bukan begitu pak samsul jalal .... berarti pengen polisi dibawah ABRI lagi ya.... biar ada pengawasan.... trus nanti yang ngawasi POM siapa?
magath
21/11/2009
Setuju...apa yg dikatakan Pak Syamsu, pengawasan terhdp polri seolah2 tdk ada apalg di awal thn 2010 UU kepolisian yg baru mau diberlakukan...wah kynya polisi malah makin byk tentengannya nih.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar