SURABAYA POST - Warga Surabaya yang tinggal di sekitar rel KA berjumlah sangat besar. Wilayah terpadat adalah pada jalur Stasiun Semut-Stasiun Wonokromo. Untuk itu, Pemkot Surabaya akan membangun rumah susun sewa (rusunawa) guna menampung mereka yang bakal tergusur akibat proyek KA double tracks itu.
Mekanisme pembangunan rusunawa di atas lahan milik PT KA masih belum ditentukan. Namun, pemkot bersedia jika membangun dengan biaya APBD dan nantinya akan dikelola pemkot.
Untuk pembangunan rusuanawa ini pemkot sudah menyediakan dana sekitar Rp 200 miliar dan detail engineering design (DED). “Kemungkinan kalau tanahnya sudah disediakan PT KA, kami yang akan membangunnya dengan biaya sendiri, selanjutnya kami yang akan mengelolanya,” ujar Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Tri Rismaharini, Kamis (18/11).
Seberapa luas lahan yang dimiliki PT KA di Surabaya? Tri Rismaharini tidak bisa menyebutkan secara pasti karena pembicaraan detil belum dilakukan.
Sementara Asisten II Sekkota, dr Muklas Udin mengatakan, mekanisme pembangunan rusunawa di atas lahan milik PT KA belum ditentukan. Namun, pemkot bersedia jika membangun dengan biaya APBD dan nantinya dikelola pemkot pula.
”Kemungkinan kalau tanahnya sudah disediakan PT KA, maka kami yang akan membangunnya dengan biaya sendiri,” ujarnya.
Tapi, katanya, jika KA elevated tersebut belum bisa diwujudkan dalam waktu setahun ke dapan, pemkot akan mendahulukan pengadaan busway. Busway tersebut hanya di jalur Jl. A. Yani yang menghubungkan Wonokromo dan Waru.
Laporan : Surabaya Post