VIVAnews - Markas Besar Polri mengimbau agar umat Islam tidak terpancing emosi karena beredarnya situs penghina Nabi Muhammad SAW. Semua pihak diminta mengendalikan diri agar tidak terjadi kekerasan dan tindakan anarkis antarkelompok.
"Ini belum tentu dibuat oleh agama-agama tertentu yang ingin mendiskreditkan Islam," ujar juru bicara Markas Besar Polri, Inspektur Jenderal Abubakar Nataprawira, di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis, 20 November 2008.
Abubakar menilai, situs penghina agama ini dikeluarkan oleh seseorang yang tidak beragama. Alasannya, bila pelaku adalah orang beragama, maka tidak mungkin melakukan hal yang mendiskreditkan agama lain.
"Kita juga jangan menuduh ini dibuat oleh agama tertentu, sehingga timbul kemarahan Islam terhadap agama tertentu," imbau dia. Maka itu, Abubakar juga tak lupa mengimbau agar siapapun atau kelompok manapun jangan bertindak anarkis terhadap kelompok-kelompok lainnya.