VIVAnews - Aksi protes yang dilakukan seorang penumpang terhadap pelayanan Bandara Ngurah Rai, Bali, bukan kali pertama terjadi. Bahkan, peristiwa ini pernah dialami seorang Dirjen Pariwisata yang sempat mempertanyakan hal serupa.
"Kasus ini memang bukan pertama kali terjadi," kata General Manajer PT Angkasa Pura Bandara Ngurah Rai, Heru Legowo kepada VIVAnews, Jumat 13 November 2009.
Namun, saat ini pihak direktorat tengah berjuang melalui pemerintah agar pihak pemerintah Jepang bersedia memberikan slot time transit flight.
Sementara, Kepala kantor administrator Bandara internasional Ngurah Rai, Yuli Sudoso Hastono menjelaskan bahwa ini sudah aturan internasional yang belum bisa mengubah dari kebiasaan lama ke aturan baru. Munculnya kasus seperti ini memang sudah diprediksi terjadi karena adanya penghapusan mixed flight.
"Status penerbangan dari Jepang ke Jakarta melalui Bali bukan transit melainkan transfer karena dia melanjutkan penerbangan ke bandara tujuan selanjutnya menggunakan pesawat atau nomor penerbangan yang berbeda," ujar Sudoso yang mantan kepala administrator Bandara Polonia, Medan ini kepada wartawan, Jumat, 13 November 2009.
Sementara penumpang dikatakan transit apabila dia datang dan akan melanjutkan penerbangan ke bandara udara tujuan dengan pesawat udara yang sama.
Keluhan yang disampaikan oleh penumpang itu tak hanya persoalan sistem transit juga menyangkut hal seperti soal bagasi maupun harus keluar dan berjalan sejauh 500 meter untuk melakukan check in ulang di terminal domestik menggunakan pesawat GA 413 jurusan Jakarta.
Ditambahkan Station Manager Garuda Indonesia wilayah Bali Wayan Sudiartha bahwa untuk per 1 Mei 2009, pihak Garuda Indonesia menghapuskan mixed flight.
Dalam kasus yang menimpa penumpang ini, kata dia, karena slot time yang diberikan pemerintah Jepang hanya sampai Bali, bukan Jakarta. "Statusnya dari Jepang sampai Bali memang penerbangan internasional namun setelah tiba di Bali dan akan ke Jakarta dilanjutkan dengan penerbangan domestik," terang Sudiartha.
Lain halnya jika seorang penumpang dari Perth khusus menumpang GA 725 menuju Jakarta melalui Bali maka hanya dikenakan transit karena pemerintah Australia memberikan slot time sampai Jakarta. "Selain nomor penerbangan itu, semuanya akan dikenakan status seperti yang dialami penumpang dari Narita itu," jelas dia.
Laporan : Dewi Umaryati | Bali