Nasional

Menkes: Negeri Ini Kaya Virus dan Bakteri

Endang Sedyaningsih mengungkapkan perselisihan yang terjadi dengan Siti Fadilah Supari.

Jum'at, 13 November 2009, 14:48 WIB
Hadi Suprapto
Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih dan Siti Fadilah Supari (ANTARA/Puspa Perwitasari)

VIVAnews - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih mengungkapkan perselisihan yang terjadi dengan Menteri Kesehatan sebelumnya, Siti Fadilah Supari, mengenai pengiriman virus H5N1 ke Amerika Serikat.

Menurut Endang, Indonesia sebagai negara berkembang tidak bisa lepas dari dukungan internasional.

"Proteksi virus memang sangat bagus, tapi kita (Indonesia) tidak bisa menutup diri dengan luar negeri," kata dia di kantornya, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat 13 November 2009.

Menurut dia, Indonesia tidak akan berkembang bila virus flu burung yang dipermasalahkan itu tidak dibawa ke negara lain untuk diteliti. "Saya tidak menganggap Indonesia tidak ada orang pintar, tapi kita membutuhkan mereka," katanya.

Endang mengatakan, langkah ini bukan berarti Indonesia tidak memiliki nilai tawar dengan negara lain. Justru karena virus di Indonesia sangat beragam, internasional ingin mengembangkan keilmuannya.

"Negeri ini sangat kaya. Kaya virus, bakteri, dan penyakit. Mereka ingin belajar dari virus-virus yang ada di Indonesia," katanya.

Karena itu, Menteri mengatakan, tidak menjadi masalah bila membuka kerja sama dengan negara lain, asalkan mereka juga memberikan keuntungan bagi Indonesia. "Kalau memang mereka mau mendirikan pabrik vaksin, harus buat di Indonesia. Kalau mereka mau meniliti, mereka harus mengajak peneliti Indonesia sebagai partner sejajar," katanya.

"Mereka membutuhkan Indonesia karena virus-virus di negara maju sangat sedikit."

Sebelumnya, Endang diduga melakukan pengambilan sampel darah 300 peternak di Sukabumi pada 2007. Darah itu dibawa ke Amerika dalam sebuah penelitian yang dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Biomedik dan Farmasi Departemen Kesehatan bersama sejumlah peneliti dari Belanda.

Penelitian dilakukan untuk melihat hubungan antara unggas yang terinfeksi virus flu burung dengan para peternaknya.

Penelitian dipimpin Kepala Puslitbangkes dr Erna. Keterlibatan Endang dalam penelitian hanya sebatas memberi bantuan komunikasi antara peneliti Departemen Kesehatan dan peneliti asing.

hadi.suprapto@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ