Nasional

Polri dan Jaksa Lawan Kesaksian Williardi

JPU akan menghadirkan para penyidik yang menangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Rabu, 11 November 2009, 07:17 WIB
Elin Yunita Kristanti, Aries Setiawan
Sidang Pembunuhan Nasrudin : Wiliardi Wizard (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean)

VIVAnews - Kesaksian mengejutkan datang dari Williardi Wizar di sidang kasus pembunuhan Direktur Putra Rajawali Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, atas terdakwa Antasari Azhar.

Wiliardi mengatakan penyidikan kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen diskenariokan untuk menjebak Antasari Azhar sebagai dalang pembunuhan. Dia mengaku diminta membuat BAP yang menyudutkan Antasari, dengan iming-iming akan dibebaskan.

Wiliardi memutuskan untuk buka-bukaan dan mencabut kesaksiannya dalam BAP 'rekayasa'. Sebab, janji akan dibebaskan tak kunjung dipenuhi.

Jaksa penuntut umum (JPU) tak tinggal diam. JPU akan menghadirkan para penyidik yang menangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Williardi Wizar. Para penyidik akan dihadirkan untuk mengkonfrontir kesaksian Wiliardi.

Mereka yang akan dihadirkan di persidangan adalah para penyidik yang menangani BAP Williardi. Juga sejumlah nama yang disebut Williardi yaitu mantan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Umum Mabes Polri, Hadiatmoko, dan mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

"Iya jaksa yang minta mereka dihadirkan," kata Antasari usai sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin, 10 November 2009.

Sementara, Mantan Direktur Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Metro Jaya, M Iriawan, membantah kesaksian Williardi Wizar dalam sidang terdakwa Antasari Azhar. Ia membantah adanya rekayasa penyidikan yang menyudutkan Antasari sebagai dalang pembunuhan.

"Tidak benar ada paksaan atau bujukan untuk melibatkan Antasari," kata Iriawan kepada VIVAnews, Selasa, 10 November 2009. Iriawan turut menangani pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Williardi.

Iriawan justru menuding kesaksian Williardi, yang merupakan mantan Kepala Kepolisian Jakarta Selatan berpangkat Komisaris Besar, itu sebagai persekongkolan bersama Antasari. Ia melihat Williardi sudah frustasi lantaran tak bisa mengelak dari dakwaan jaksa.

"Lagipula bagaimana mungkin kami mendesak atau menekan seorang Kombes. Malahan Williardi itu lebih galak dari penyidik kami," kata Iriawan.

Kasus pembunuhan Nasrudin menyeret sejumlah nama pejabat seperti Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi nonaktif Antasari Azhar, mantan Kapolres Jakarta Selatan Williardi Wizar, serta dua pengusaha papan atas yaitu Sigid Haryo Wibisono, dan Jerry Hermawan Lo.

Nasrudin ditembak usai bermain golf di Padang Golf Modernland, Cikokol, Tangerang, sekitar pukul 14.00, Sabtu 14 Maret 2009. Ia tewas 22 jam kemudian dengan dua peluru bersarang di kepalanya.


• VIVAnews
Rating
Komentar
norliana
11/11/2009
jangan terlalu percaya dl dia nggak mungkin klo memberikan kesaksian untuk menjerat antasari dengan di paksa klo dia juga dapat terjebak dalam kasus tersebut kecuali dia hanya sebagai saksi saja nggak menjadi tersangka itu bs jadi, hati - hati wiliardi ka
Balas   • Laporkan
dodol
11/11/2009
kalau menurut saya, nggak mungkin wiliardi di paksa memberikan kesaksian yang juga bs menjerumuskan dia, emang dia anak kecil yang disuruh apa aja mau, dipaksa memberikan kesaksian karena mau dibebaskan itu bohong dia kan pasal dalam KUHP yang bs menje
Balas   • Laporkan
ASPAN
11/11/2009
PUSiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiing!!!!!!!!
Balas   • Laporkan
moh.saeko
11/11/2009
hai orang-orang penting, jujurlah pada diri sendiri......toh lambat laun akan terbukti juga mana yg salah dan yang benar....kasus penegak-penegak hukum hanya membuat bola api panas yang menghantam rakyat indonesia...cobalahbersikap ksatria kalau salah nga
Balas   • Laporkan
Endang S
11/11/2009
Kami rakyat bingung, semua di lihat di TV benar semua, dan seorang KOMBES bisa ditekan waktu pmeriksaan, apalagi rakyat kecil seperti klami
Balas   • Laporkan
Pemerhati
11/11/2009
Kriteria "Dibawah Tekanan" semestinya dipandang secara subyektif. Bagi seorang jambret "tekanan" lebih kearah fisik. Tapi bagi mereka yang berpangkat dan berpendidikan "tekanan" adalah lebih kearah psikologis terutama faktor keluarga,kerabat, maupun teman
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ