Nasional

Menkes Dicecar Soal Sampel Darah Peternak

Menkes memberikan penjelasan soal dugaan penjualan sampel darah itu ke Amerika.

Senin, 9 November 2009, 20:20 WIB
Pipiet Tri Noorastuti, Suryanta Bakti Susila
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih (Abror Rizki)

VIVAnews - Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dihujani sejumlah pertanyaan terkait kasus pengambilan sampel darah 300 peternak di Sukabumi beberapa tahun lalu. Ia memberikan penjelasan soal dugaan penjualan sampel darah itu ke Amerika.

"Tidak ada sampel yang dijual. Buat apa dijual dan siapa yang mau beli," kata Endang di hadapan sejumlah anggota Komisi Kesehatan DPR, Senin, 9 November 2009.

Ia mengatakan sampel darah itu dimanfaatkan untuk penelitian kasus flu burung di dala negeri. "Darah yang diambil hanya 3 cc, masuk ke laboratorium 1,5 cc, 1 cc-nya diteliti dan mungkin tinggal 0,5 cc," ujarnya.

Penelitian dilakukan Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Puslitbangkes) Biomedik dan Farmasi Departemen Kesehatan bersama sejumlah peneliti dari Belanda pada 2007. Penelitian dilakukan untuk melihat hubungan antara unggas yang terinfeksi virus flu burung dengan para peternaknya.

Penelitian dipimpin Kepala Puslitbangkes dr Erna. Keterlibatan Endang dalam penelitian hanya sebatas memberi bantuan komunikasi antara peneliti Departemen Kesehatan dan peneliti asing. "Saya memiliki kemampuan bahasa Inggris yang lumayan bagus. Jadi saya sering dilibatkan dan jadi perantara dalam kerjasama-kerjasama internasional," ujarnya.

Menurutnya, penelitian tersebut telah mendapat persetujuan dari komisi etik badan litbang, yang artinya pengambilan sampel darah atas persetujuan para peternak. Penelitian juga mendapatkan persetujuan dari Departemen Dalam Negeri dan Dinas Kesehatan Sukabumi.

Mengenai, adanya imbalan kepada para peternak, menurut Endang adalah hal lumrah dalam sebuah penelitian. "Sebuah kelaziman, seseorang yang kita jadikan subjek diberikan imbalan atau uang transport. Bentuknya bisa saja uang atau bahan makanan. Mungkin ini yang dikatakan teman-teman bahwa darahnya dibeli. Mohon maaf ada kesalahpahaman seperti itu," ujarnya.

Hasil penelitian itu, kata Endang, juga telah disampaikan kepada Dinas Kesehatan Sukabumi. Ia meminta Dinas Kesehatan Sukabumi segera menjelaskan hasil penelitian kepada para peternak.

Sebelumnya, sekelompok warga Sukabumi yang mengatasnamakan Peternak Rakyat Sukabumi mengadukan Endang Rahayu ke DPR RI. Mereka meminta tranparansi hasil penelitian dari sang menteri.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ