VIVAnews - Manajemen SMA Negeri 82 telah memanggil sejumlah siswa kelas III yang diduga terlibat aksi kekerasan terhadap siswa kelas I bernama Ade Fauzan Mahfuza. Sekolah akan menjatuhkan sanksi terhadap mereka.
Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMA Negeri 82 Jakarta, Muhammad Endang Supardi, mengatakan, kekerasan itu didalangi tiga siswa berinisial Rm, Ihm, dan Yok. "Sanksi terberat akan dikembalikan ke orangtua," katanya kepada wartawan, Jumat, 6 November 2009.
Sementara itu, orangtua Ade telah melaporkan kasus itu ke Kepolisian Sektor Kebayoran Baru. Keluarga tak terima dengan kondisi Ade yang kini terbaring di Rumah Sakit Pusat Pertamina. "Saya mohon keluarga tak melapor ke polisi," kata Endang.
Endang tak menyangkal budaya senioritas telah lama terjadi di SMAN 82. Budaya itu tercermin melalui penyebutan 'Jalur Gaza' untuk sebuah lorong yang hanya boleh dilewati siswa senior. Lorong itu hanya boleh dilintasi siswa kelas III.
Peristiwa yang dialami Ade bermula pada Selasa pagi, 3 November 2009. Kala itu, Ade melintasi 'Jalur Gaza' untuk mengambil buku yang tertinggal di ruang ujian.
Atas keberaniannya melintasi lorong, itu Ade didatangi tujuh siswa kelas III. Ia kemudian dipukuli, dan ditampar. Usai jam sekolah, Ade kembali dianiaya oleh sekitar 30 siswa kelas III. Tubuhnya kembali dihujani pukulan, telinganya dilumuri gel, dan kepalanya ditaburi abu rokok.
Dalam kondisi tak sadar, Ade kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) oleh teman seangkatannya. "Saya tidak berani melawan. Memang aksi seperti ini sudah sering terjadi. Kelas II juga pernah dianiaya kaya gini," kata Ade saat ditemui di RSPP.