Nasional

SBY Kecewa National Summit 'Dikalahkan' KPK

"Namun saya Wapres dan pemerintah terus mengelola permasalahan itu dengan tepat."

Senin, 2 November 2009, 15:43 WIB
Umi Kalsum, Muhammad Hasits
National Summit : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (VIVAnews/Tri Saputro)

VIVAnews - Isu National Summit yang digelar pekan lalu tenggelam oleh berita soal penahanan dua pimpinan KPK nonaktif Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah. Tersingkirnya isu National Summit membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kecewa.

"Meskipun pemberitaan National Summit tertutup berita yang lain seputar penahanan pimpinan KPK nonaktif yang jadi perhatian publik, namun saya, Wapres (Beodiono) dan pemerintah terus mengelola permasalahan itu dengan tepat dan bijak agar semua terlaksana dengan baik," kata SBY sebelum rapat di Kantor Presiden, Senin 2 November 2009.

Yang jelas temu nasional yang dilaksanakan selama dua hari itu, kata dia, punya arti yang sangat penting dan ada masukan dari masing-masing komisi. Ia juga gembira karena adanya partisipasi dari peserta yang akan dilakukan untuk lima tahun mendatang.

"Meskipun berita kalah dengan yang lain, tapi itu harus dilakukan dengan sungguh-sungguh untuk program 100 hari dan lima tahun mendatang, dan mudah-mudahan semua program yang ditampung di Summit lebih baik lagi," kata dia.

Pada sidang paripurna Kamis mendatang, kata dia, hasil temu nasional ini akan dibahas lebih dalam lagi . "Sekali lagi program kerja 100 dan 5 tahun sudah memenuhi aspek sektoral sebagaimana kemarin yang hadir adalah gubernur, walikota, peneliti, teman dari dunia pendidikan telah berkontribusi, dengan demikian progam kita lebih baik dan sebaik-baiknya," kata dia.

• VIVAnews
Rating
Komentar
Orang Cerdas
03/11/2009
SBY jangan mencoba mengalihkan isu media ke hal-hal yang sangat tidak penting. SBY sebagai presiden tidak mampu menyelesaikan konflik internal di dalam negeri. Seharusnya selesaikan dulu permasalahan internal, baru ngomong masalah eksternal. jangan cob
Balas   • Laporkan
siti rohana
03/11/2009
makanya ciptakan iklim yang kondusif untuk kpk...
Balas   • Laporkan
2gno
03/11/2009
makanya, bertidaklah yg lebih cerdas, krn rakyat makin cerdas tahu mana yg lebih mendesak dan penting
Balas   • Laporkan
mang togel
02/11/2009
yup betul..buat apa kerja capek-capek tapi hasilnya dikorupsi...rakyat sekarang udah cerdas pak!
Balas   • Laporkan
Denny Kamal
02/11/2009
nga usah tapi harusnya malu karena ternyata rakyat lebih peduli dengan pemberantasan korupsi
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ