Nasional
Usulan Jawa Barat Ganti Nama

Ke Jakarta, Tokoh Adat Usulkan Nama Pasundan

Pangauban akan mendatangi Depdagri untuk merekomendasikan penggantain nama Jawa Barat.

Sabtu, 31 Oktober 2009, 06:39 WIB
Hadi Suprapto
  (vsi.esdm.go.id)

VIVAnews - Penggantian nama Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasudan tidak sebatas wacana semata. Menurut rencana, perwakilan dari Pangauban Ki Sunda, pekan depan akan mendatangi Departemen Dalam Negeri, Jakarta, untuk merekomendasikan penggantain nama yang didukung oleh tokoh adat yang ada di Jawa-Barat tersebut.

“Setelah menggelar deklarasi, tahapan selanjutnya pada Senin pekan depan, kami akan dengar pendapat dengan Departemen Dalam Negeri untuk merekomendasikan penggantian nama Jawa-Barat menjadi Pasundan,” kata Ketua Pangauban Ki Sunda, Evi Silviady, di Subang, Jumat 30 Oktober 2009.

Dia menjelaskan, penggantian nama provinsi tersebut sebagai langkah antisipasi menjaga eksistensi kultur Sunda di tengah serangan budaya global. Selain itu, budaya lokal juga sering diidentikkan dengan dunia mistis. 

Ini sebagai kritik keras terhadap publitas yang keliru terhadap kultur sunda melalui media elektronik. Sunda kerap diidentikan dengan sesuatu yang mistis, seperti dukun dan lainnya. "Ironisnya lagi, saat ini masyarakat sunda malah menjadi tamu di daerahnya sendiri,” katanya.

Selain mendapat dukungan dari tokoh adat dan nomnoman (pemuda) Jawa-Barat, rencana perubahan nama provinsi tersebut juga mendapat dukungan dari anggota DPRD Subang.

Wakil ketua DPRD Subang, Agus Masykur Rosyadi, menegaskan dirinya memberikan apresiasi terhadap rencana tersebut. Kendati demikian, pihaknya berharap agar perubahan nama itu tidak menimbulkan polemic bagi masyarakat Pasundan sendiri yang heterogen.

“Secara pribadi saya setuju dengan nama Pasudan itu. Namun harus di lakukan komunikasi dengan daerah-daerah yang secara geografis tidak menggunakan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-harinya, seperti Bekasi, Depok, dan Wilayah Cirebon” jelas Agus.

Laporan: Inin Nastain l Subang

• VIVAnews
Rating
Komentar
sehan
08/01/2010
saya orang sunda sbnrnya malu kpd masyarakat sunda yang banyak bicara tp sedikit bukti,tong kosong nyaring bunyinya,contohnya mau ganti nama propinsi tp kenyataanya jarang banget org sunda di pemerintahan anu aya mah gawena sare jeung nongkrong teu jeulas
Balas   • Laporkan
ridwan mustafa
30/11/2009
bagus.. bagus sekali. saya malah sudah baca buku tentang harus berubah di Aceh. ada satu buku Aceh di Mata Sunda, menyoal nama Jawa Barat.. apakah di Bandung ada itu?
Balas   • Laporkan
tito
01/11/2009
ngapain diubah...., kurang kerjaan ni orang2. ni bisa menjadi bibit perpecahan. SAYA MENENTANG DENGAN KERAS....!!!!!
Balas   • Laporkan
kiki
31/10/2009
komen2 yg bernada sinis, hehe, @hendro, minta merdeka? komentar anda belum tau apa2 sudah mendeskriditkan suku sunda, mungkin inilah salah satu alasan non formal mengapa jawabarat ingin ganti nama, krn tidak ingin sama dengan suku anda mungkin yang
Balas   • Laporkan
kiki
31/10/2009
komen2 yg bernada sinis, hehe, @hendro, minta merdeka? komentar anda belum tau apa2 sudah mendeskriditkan suku sunda, mungkin inilah salah satu alasan non formal mengapa jawabarat ingin ganti nama, krn tidak ingin sama dengan suku anda mungkin yang
Balas   • Laporkan
agus
31/10/2009
ya bagus ganti saja.. memang orang sunda perlu identitas yang jelas agar dapat meningkatkan kpercayaan diri dan bangga sebagai urang sunda dan klo berbahasa sunda tidak di anggap kampungan ....maju terus
Balas   • Laporkan
agus
31/10/2009
ya bagus ganti saja.. memang orang sunda perlu identitas yang jelas agar dapat meningkatkan kpercayaan diri dan bangga sebagai urang sunda dan klo berbahasa sunda tidak di anggap kampungan ....maju terus
Balas   • Laporkan
iwan
31/10/2009
Kerjaan kok cari sensasi sama, berarti kalau bukan orang pasundan buat propinsi sendiri donk.
Balas   • Laporkan
agoes
31/10/2009
bagus bagus!!! nanti jawa tengah and jawa timur ganti juga nama menjadi MAJAPAHIT (majapahit barat dan majapahit timur).. trus nama pulau jawa ganti dengan nama pulau SINGASARI.. keren kan.. jadi klo mau ngomong eksistensi.. ya hayooo.. emang situ
Balas   • Laporkan
kamal
31/10/2009
Lebih baik yang perlu dirubah dan Diperhatikan adalah Mental kita sebagai abdi masyarakat/Pejabat/sebagai Masyarakat Sunda/Elemen lainya,apakah sudah sesuai dengan Norma-norma yang ada atau Tidak.Jangan sampai keinginan Perubahan hanya sebagai cara mendap
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ