Nasional
Mendiknas M. Nuh

Sanksi Tegas Bagi Pembuat Soal Ujian Cabul

Departemen Pendidikan Nasional akan mengklarifikasi pembuatan soal-soal tersebut.

Jum'at, 30 Oktober 2009, 15:40 WIB
Amril Amarullah, Mohammad Adam
Naskah soal yang bermasalah (VIVAnews/Martudji)

VIVAnews - Kasus naskah ujian tengah semester (UTS) siswa kelas enam SD yang mengandung kalimat cabul, di Sidoarjo, Jawa Timur mendapat perhatian serius dari Pemerintah Pusat. 

Departemen Pendidikan Nasional akan mengklarifikasi pembuatan soal-soal tersebut. "Ini tanggung jawab dinas kabupaten," kata Mendiknas Muhammad Nuh kepada wartawan di Jakarta, Jumat 30 Oktober 2009.

Tentunya, mengenai kasus itu pemerintah pusat akan mengusut tuntas apakah ada unsur kesengajaan atau lalai. "Akan kita klarifikasi, bila disengaja ada sanksi yang memberatkan kepada pembuat soal, kita lihat dulu perkaranya, mulai dari peringatan, sampai penurun pangkat,"

Sementara Dinas Pendidikan Jawa Timur langsung menurunkan timnya untuk mengusut hal itu. "Sejak kemarin ada dua orang dari provinsi yang langsung masuk ke ruangan kepala dinas. Mungkin untuk mengusut kasus naskah cabul itu," kata salah seorang staf Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Jumat 30 Oktober 2009.

Staf yang tidak mau namanya disebut itu mengatakan bahwa Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo, Agoes Boedi Tjahjono menemui tim dari pemerintah provinsi, didampingi Sekretarisnya Achmad Zaini dan Kabid Pendidikan Menengah Anik Kadarwati. Belum diketahui, apa isi pembicaraan pejabat dari Diknas Provinsi Jatim itu. Karena hingga kemarin Agoes belum bisa ditemui.

Sementara, para orang tua murid masih menunggu hasil kerja Dinas Pendidikan Provinsi Jatim. Mereka berharap, provinsi dan polisi menindaklanjuti peristiwa itu dengan serius.

"Saya berharap provinsi dan polisi bertindak tegas. Masalahnya ini menyangkut pelajaran yang diberikan kepada anak didik. Kalau dibiarkan, bagaimana nasib anak-anak dan dunia pendidikan di kota ini," kata seorang wali murid yang ditemui VIVAnews Kamis malam lalu 29 Oktober 2009.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini.
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ