VIVAnews- Ratusan warga etnis Sunda yang menamakan diri Pangauban Ki Sunda Jawa Barat, Kamis malam, 29 oktober 2009 medeklarasikan Provinsi Pasundan sebagai pengganti Provinsi Jawa-Barat, di Wisma Karya, Jalan A. Yani Subang. Mereka dipimpin sedikitnya lima tokoh adat Sunda, dari Sukabumi, Sumedang, Indramayu, Tasik Malaya, Subang dan perwakilan dari Banten.
Munculnya wacana untuk mengubah Provinsi Jawa Barat menjadi Provinsi Pasundan merupakan aspirasi dari masyarakat adat setatar Pasundan. “Indonesia, pada masa kerajaan dulu memiliki dua nama, yakni Sunda Kecil dan Sunda Besar. Namun kini yang tinggal hanya Selat Sunda,” kata salah seorang perwakilan tokoh adat dari Sukabumi pada saat sambutan Deklarasi.
“Kita akan minta kepada Presiden SBY, agar provinsi Jawa Barat diganti menjadi Provinsi Pasundan,” ujarnya yang disambut oleh tapuk tangan hadirin dengan teriakan “RAHAYU”
Dalam deklarasi tersebut, juga diberikan Kujang dari perwakilan Suku adat Banceuy kepada “Nomnoman” (Pemuda) Subang, sebagai symbol estafet pembangunan dari leluhur kepada generasi muda. “Ini (Kujang) merupakan warisan dari tanah Padjajaran," kata tokoh adat tersebut.
Dalam kegiatan tersebut, juga diisi dengan berbagai kesenian khas Sunda, diantaranya seni Toleat. Selain disuguhi dengan penampilan seni Sunda, pengunjung juga di jamu dengan jamuan khas Sunda berupa aneka makanan dari bahan dasar singkong.
Laporan: Inin Nastain| Subang