VIVAnews - Lima tahun kedepan guna memacu target investasi, pemerintah akan memprioritaskan sumber dana investasi dalam negeri. Pendanaan dalam negeri bisa diperkuat dengan cara menstabilkan kondisi pasar.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan investasi dalam negeri bisa berasal dari sumber dana masyarakat yang disimpan atau dimasukkan ke bank. Pendanaan juga bisa bersumber dari masyarakat yang menempatkan dananya di instrumen yang ada di pasar modal.
"Jadi kalau dua institusi itu, perbankan dan pasar modal bisa dijaga performance maupun keberpihakannya untuk menyalurkan dananya kepada sektor riil, itu akan bisa mencakup sumber dana investasi yang cukup besar," kata Sri Mulyani disela-sela acara National Summit, Kamis 29 Oktober 2009.
Selain melalui dukungan dana perbankan dan pasar modal, investasi dalam negeri juga bisa bersumber dari investasi masyarakat langsung. Pintu sumber investasi ini bisa diperoleh kalau pemerintah memiliki kebijakan yang bisa semakin banyak melakukan kegiatan usaha.
Sumber investasi lain adalah melalui Foreign Direct Investment (FDI) yang dilakukan dengan berbagai upaya kebijakan.
"Saya rasa kalau ekonomi bagus, optimisme bisa terjaga, stabilitas bisa dipelihara sehingga masuknya modal yang bertujuan menambah investasi akan bisa terpenuhi," katanya.
Sebagaimana disebutkan oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono bahwa sampai 2014, pemerintah membutuhkan dana sebesar Rp 2.100 triliun untuk investasi. Pembiayaan ini tidak bisa dipenuhi oleh pemerintah keseluruhannya. Menurut Presiden, sebagian besar investasi ini adalah dari kalangan swasta utamanya di dorong dari sumber dalam negeri.
heri.susanto@vivanews.com