VIVAnews - Indonesia menghadapi masalah kelebihan guru, khususnya guru honorer. Disisi lain, sejumlah daerah justru kekurangan jumlah guru.
Menurut, Direktur Profesi dan Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional, Ahmad Dasuki, pemerintah sedang mempersiapkan Peraturan Pemerintah untuk redistribusi guru.
"Kesulitannya karena ada desentralisasi. Masing-masing bupati punya guru," kata dia di Gedung Lemhanas, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis 29 Oktober 2009.
Pemerintah, tambah Ahmad, akan berdiskusi dengan kabupaten terkait kelebihan dan kekurangan guru.
Menurut Ahmad, saat ini ada 580.000 guru honorer di Indonesia. Jumlah ini membludak dari tahun 2006 sampai 2009. Kebijakan kepala sekolah, kata dia, jadi biang keladinya.
"Kepala sekolah maunya gampang, dia merekrut banyak guru jika merasa ada guru yang tidak memenuhi kualifikasi," kata dia.
"Kalau ada guru malas, dia ganti dengan guru honorer," lanjut Ahmad.
Saking banyaknya jumlah guru di Indonesia, saat ini perbandingan guru dan murid di Indonesia 1:15. "Bandingkan dengan Korea dan Jepang yang 1: 20.
Jika 580.000 guru honorer minta dianggkat semua menjadi pegawai negeri, perbandingan guru dan murid di Indonesia bakal makin kecil. "Bisa-bisa 1:10," tambah dia.