Nasional

Guru Honor Meledak Jadi 580.000 Dalam 3 Tahun

"Kepala sekolah maunya gampang , dia merekrut banyak guru kalau ada guru yang malas."

Kamis, 29 Oktober 2009, 12:57 WIB
Umi Kalsum, Mohammad Adam
Guru (appscout.com)

VIVAnews - Direktur Profesi Pendidikan Departemen Pendidikan Nasional Ahmad Dasuki menyesalkan sekolah-sekolah yang terlalu gampang menarik guru honor. Buntutnya, sepanjang 2006 sampai 2009 terjadi ledakan guru honor sebanyak 580.000 orang.

"Menurut catatat 2006-2009, jumlah guru honorer meningkat. Kepala sekolah maunya gampang , dia merekrut banyak guru jika merasa ada guru yang tidak memenuhi kualifikasi," kata Dasuki dalam diskusi di Lemhanas, Jakarta, Kamis 29 Oktober 2009.

Kalau ada guru yang dirasakan malas, katanya, serta merta kepala sekolah menggantinya dengan guru honor. Kadang kala penarikan guru honor tidak berdasarkan perhitungan matang. "Padahal kebutuhan guru ada hubungannya dengan rombongan pelajar," kata dia.

Seharusnya sebelum menarik guru honor diperhitungkan antara rombongan pelajar dengan beban kurikulum per minggu, kemudian dibagi 24 hari.

Jika hitungan itu dilakukan, kata dia, maka nantinya penarikan guru honor atau baru akan mengikuti  kebutuhan guru di  sekolah. "Kalau nggak benar-benar dihitung akan kelebihan," cetusnya.

Dasuki meyontohkan SMA 48 Jakarta yang kelebihan guru hingga 19 orang, SMA 38 Jakarta kelebihan 22 orang dan SMP 1 Medan kelebihan guru sampai 25 orang.



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
saryanto
09/01/2010
ya itu klo guru yang lebih gmn klo di SD dengan jumlah siswa 27 rombongan sementara guru PNS cuma 14 + Kepsek... sementara tiap kelas rata2 48 siswa.. trus GMN dong.... sementara peminat membludak ....
Balas   • Laporkan
yokono
09/11/2009
tamat SD bisa didaftarkan jadi guru honor SMK sambil nunggu ijasah sarjana yang baru beli kan lumayan bisa dapat golongan IIIa
Balas   • Laporkan
yokono
09/11/2009
sekarang smk lagi banyak bantuannya dari negara, baru diangkat jadi kepala sekolah anda bisa bikin rumah milyaran rupiah yang penting bisa bagi-bagi duit ama orang diknas,jaksa dan polisi ,masalah kualitas nggak penting
Balas   • Laporkan
marjo
01/11/2009
lha salah siapa sampai ada ledakan dahsyat guru honor, barangkali salah bunda mengandung yang seharusnya 9 bulan 10 hari lahir tapi sampai bertahun-tahun nggak lahir-lahir, ha..ha..
Balas   • Laporkan
murid
29/10/2009
ini sih akal-akalan aja, masuk guru honorer biar gampang masuk PNS, diprioritaskan. kalo ga dpt jatah, tinggal demo. Pemerintah ga dukung pendidikan. Ini mental bangsa kita, kalo guru nya begini, gimana muridnya
Balas   • Laporkan
misrawi
29/10/2009
Seharusnya itu menjadi PR pemerintah,makanya perbanyak sekolah SMK biar orang-orang indonesia mempunyai keinginan untuk menjadi wiraswasta, tidak berbondong bondong menjadi PNS.....
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ