Nasional
Presiden SBY di National Summit

"Apa Artinya Tumbuh 8%, Tapi Ada Kesenjangan"

Menurut SBY, percuma ekonomi tumbuh tinggi dan dinikmati oleh yang itu-itu saja.

Kamis, 29 Oktober 2009, 12:03 WIB
Heri Susanto, Agus Dwi Darmawan
  (AP Photo/Steven Senne)

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berjanji akan bekerja keras mengejar target pertumbuhan ekonomi 7 persen dalam masa pemerintahan 2009-2014. Namun, dia menekankan pertumbuhan itu tetap diikuti pemerataan pembangunan.

"Saya tidak mau, kita sekedar tumbuh. Misalnya, mengejar ekonomi tumbuh 8 persen dengan segala cara, tapi apa artinya kalau ada kesenjangan," kata SBY dalam pidatonya di National Summit di Jakarta, Kamis, 29 Oktober 2009.

Menurut SBY, percuma ekonomi tumbuh tinggi kalau dinikmati oleh yang itu-itu saja. "Sedangkan, yang lain gigit jari. Jadi, jangan sampai lapangan kerja tidak ada dan kemiskinan tidak turun."

Dia menekankan strategi pemerintah lima tahun ke depan adalah mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi, membuka lapangan kerja, sekaligus mengurangi angka kemiskinan. "Strateginya adalah dengan pemberdayaan, kewirausahaan, dan inovasi teknologi."
 
Karena itu, SBY menjelaskan program pro rakyat seperti subsidi akan tetap diberikan, khususnya untuk mereka yang belum berdaya. Setelah mereka berdaya, pemerintah tidak lagi memberikan ikan, tetapi memberikan kail, juga perahunya. "Jadi, tolong 5 tahun ke depan, itu yang diusahakan." 
 
Dia menjelaskan pemerintah memberikan skema jaminan untuk kredit usaha rakyat dengan menyisihkan Rp 2 triliun dari APBN. Dari jaminan itu, bank-bank bisa menyalurkan kredit hingga Rp 20 triliun per tahun untuk kredit usaha mikro.

"Jadi, kalau mereka bisa dialiri modal, maka rakyat juga akan bisa memberdayakan diri sendiri," katanya. "Mereka akan usaha kecil-kecilan dan pendapatan semakin baik. Ini akan membuat pengangguran dan kemiskinan berkurang."

heri.susanto@vivanews.com

• VIVAnews
Rating
Komentar
Basir
29/10/2009
Pertumbuhan Ekonomi yang baik itu,Pemerintah tidak meraup keuntungan dari rakyatnya.karna uang rakyat adalah uang pemerintah juga.hanya pindah kantong.
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ