Nasional
Gempa Sumatera Barat

Korban: Bantuan dari Israel Tidak Masalah

Hal berbeda saat berkunjung ke lokasi warga korban gempa.

Selasa, 27 Oktober 2009, 07:07 WIB
Ismoko Widjaya, Erinaldi
Gempa di Kota Padang : Bantuan Luar Negeri (AP Photo/Thibault Camus)

VIVAnews - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat meminta warga Padang, mewaspadai masuknya bantuan kemanusiaan dari Israel. Masyarakat, sebagai korban gempa justru menilai sebaliknya.

Hal berbeda dialami VIVAnews saat berkunjung ke lokasi warga yang terkena bencana. Kondisi darurat yang membuat mereka hidup seadanya membuat mereka membutuhkan bantuan dari siapapun.

"Kami tidak perduli bantuan yang diberikan itu berasal dari orang berbeda agama. Jika niatnya kemanusian kami bisa terima," kata Ali Imran (55), warga RT 1 RW 1, Kuaro Pagang, kepada VIVAnews.

Gempa 7,9 pada skala richter (SR) tiga pekan silam menghancurkan kediaman miliknya. Sejumlah peralatan rumah tangga yang dimilikinya kini hancur berantakan.

Ali Imran beserta istri dan tiga anaknya terpaksa tidur di rumah sementara berukuran 2 X 2 meter. Terkait bantuan dari masyarakat Israel yang diserahkan pada korbanbencana di Sumatera Barat, Ali menilai itu tidak menjadi persoalan.

"Memang, seluruh masyarakat Minang itu beragama Islam. Dalam kondisi seperti ini, atas nama kemanusiaan tidak ada masalah kita terima bantuan mereka (Israel)," kata Ali.

Hal serupa juga diungkapkan isterinya, Asni (47). Menurut dia, selagi ada label halalnya, dirinya tidak mempersoalkan perihal bantuan yang diberikan masyarakat Israel. "Kami berharap, kalau memang ada, pembagiannya dilakukan secara adil," kata Asni.

Sebelumnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat menyayangkan masuknya bantuan korban gempa dari Israel. MUI khawatir bantuan ini akan mempengaruhi aqidah masyarakat.

"Kita tahu prinsip Yahudi, tidak ada yang gratis dari mereka," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat Gusrizal Gazahar pada VIVAnews, Senin 26 Oktober 2009.


Laporan: Eri Naldi l Padang


ismoko.widjaya@vivanews.com



• VIVAnews   |   Share :  
Rating
Komentar
moest
27/10/2009
Dipenghujung kejatuhan Khilafah Utsmaniyah, Sultan Abdul Hamid didatangi lobi Yahudi yang berniat membantu kesulitan keuangan Khilafah akibat hutang yang menumpuk dari para pejabat yang tidak amanah. Tidak tanggung-tanggung atas nama untuk membantu keuang
Balas   • Laporkan
Ys.Kadier
27/10/2009
ckckckck...saya menilai MUI kita ini terlalu picik en sukanya berprasangka... apa mereka pikir mereka itu malaikat suci?...
Balas   • Laporkan
murtad
27/10/2009
udah sengsara aza masih mikir kebencian dgn yahudi/israel...kayak baek2nya aza mui ini..ada gak bantuan dari mui dan dari negara islam????nol besar!!!!! emank mui tuhan yg bisa menentukannhalal dan haram?tg bisa menentukan masuk surga atau tidak ??
Balas   • Laporkan
nur
27/10/2009
setuju banget dengan MUI sudah jelas-jelas diterangkan dalam Al-Quran bahwa didalam hati mereka (orang Yahudi) tertanam kebencian yang teramat sangat terhadap umat Islam. Jadi saudara ku berhati-hatilah karena dalam kondisi seperti ini iman qt mudah goya
Balas   • Laporkan
Abu Bakar Ba'asyir
27/10/2009
Selama mereka (Israel) itu niatnya baik, terima saja sumbangannya. Kita semua jgn lah sok suci, jgn sok pake hrs di waspadai segala... mereka yg bicara seperti itu yg seharusnya kita Waspadai... Jgn jadi serigala berbulu domba..
Balas   • Laporkan
suppi
27/10/2009
Bingung...kok mau2nya nerima bantuan dari negara yang jelas doyan ngebantai saudara2nya sendiri di Palestina....ini benar2 ujian Allah sesungguhnya.
Balas   • Laporkan
hartono
27/10/2009
ingat . semua punya misi . siapapun dan agama serta keyakinan apapun . yahudi membantai penduduk palestina pun punya misi !!!! apalagi memberi bantuan jauh jauh ke indonesia !!!!
Balas   • Laporkan
hartono
27/10/2009
kalau bicara hukum maka : nabi pernah menggadaikan baju besi kpd orang yahudi maka bantuan boleh diterima . selama tidak merusak aqidah dan jangan anggap mereka yahudi itu baik!!! yahudi itu jahat . tapi kita harus tahu bahwa bantuan dari negara islam
Balas   • Laporkan
ketua_MUI
27/10/2009
Tidak apa2 kalian terima bantuan dari Israel...toh tidak semua orang Yahudi jahat dan tidak semua orang Islam baik. alangkah indahnya dunia kalo bisa saling memaafkan..soal haram halal...orang Yahudi lebih ketat lagi soal itu, bukan cuma bahan makanan tp
Balas   • Laporkan
Rayya
27/10/2009
Para korban gempa benar2 diuji Allah.. semoga dalam keadaan apapun tetap istiqomah
Balas   • Laporkan
Kirim Komentar
Anda harus Login untuk mengirimkan komentar
atauÂ